Brimob Perampok Rp 2,5 Miliar Diduga Palsukan Identitas

Brimob Perampok Rp 2,5 Miliar Diduga Palsukan Identitas

- detikNews
Jumat, 20 Jan 2006 15:43 WIB
Jakarta - Identitas personel Brimob pelaku perampokan Rp 2,5 miliar milik PT Trans National Solution (TNS) ternyata masih misterius. Dia memalsukan nama dan unit satuannya. Tapi dia benar-benar anggota Brimob."Pelaku perampokan yang pasti anggota Brimob, tapi namanya tidak ada di dalam daftar Brimob Kedunghalang, Bogor. Pelaku memalsukan identitas, nama dan satuan unitnya," ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani usai salat Jumat di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (20/1/2006).Kapolda sendiri mengaku belum tahu siapa nama personel Brimob yang merampok 'kliennya' itu. Hal ini tidak terlepas dari sistem pengamanan perorangan seperti yang diterapkan TNS, bukan resmi ke atasan yang bersangkutan sehingga Brimob kecolongan."Sistem perorangan itu harus ditertibkan, ke depan harus ada surat perintah untuk pengawalan," tegasnya. Dalam pemberitaan, identitas perampok disebut-sebut sebagai Briptu Sukanto. Dia dibantu dua rekannya yang lain yang hingga kini juga belum diketahui identitasnya. "Tapi mereka menggunakan uniform Brimob," kata Firman sambil menambahkan bahwa pihaknya kini sudah berkoordinasi dengan Polrestro-polrestro untuk menuntaskan kasus ini.Perampokan yang menimpa TNS ini terjadi pada Rabu (18/1/2006) lalu. Saat itu dengan Isuzu Panther hijau bernopol B 2589 DT, Sukanto mengawal pengiriman dan pengambilan uang dari beberapa bank di Jakarta. Karyawan yang bertugas mengirim duit adalah Beny Sanjaya dan Hary Santoso. Sukanto tampil meyakinkan dengan seragam kesatuannya Brimob Kedunghalang, Bogor. Dia juga melengkapi diri dengan senjata laras panjang. Di perjalanan saat usai mengambil uang dari BII Cilandak sejumlah Rp 2,46 miliar, Sukanto tiba-tiba minta mobil dihentikan. Saat itu juga dua pria mendekati mobil tersebut untuk menumpang. Saat mobil jalan kedua karyawan TNS ditodong senjata, dan duit yang dibawanya dibawa kabur kawanan rampok itu. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads