Warga Surabaya Urus Akta Kematian ke Kemendagri, Ini Kata Dirjen Dukcapil

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 08:14 WIB
Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrullah
Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrullah (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Seorang warga Surabaya, Yaidah (51), nekat datang ke Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta hanya untuk mengurus akta kematian. Hal itu lantaran dia kecewa merasa dipersulit saat mengurus di Dispendukcapil.

Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh saat dikonfirmasi mengatakan surat akta kematian itu sudah terbit pada 23 September 2020.

"Info dari Kadis Surabaya aktanya sudah diterima yang bersangkutan tanggal 23 September 2020," kata Zudan, Senin (26/10/2020).

Zudan pun penasaran kenapa Yaidah tidak melaporkan permasalahannya terlebih dahulu ke pengaduan setempat dan malah langsung datang ke Kemendagri.

"Ibu tersebut belum masuk dalam sistem pengaduan. Belum mengadukan. Saya sebenarnya penasaran juga kok ibu tersebut langsung berangkat ke Jakarta, tidak melaporkan via no call centre," ujarnya.

"Kasihan juga Dukcapil Kota Surabaya, karena 1 kasus kesannya jadi buruk sekali kinerjanya," ucapnya.

Zudan lalu memberikan keterangan pers dari Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji. Dalam keterangan itu, Agus mengatakan adanya miskomunikasi sehingga membuat Yaidah harus berangkat ke Kemendagri. Padahal, melalui kantor kelurahan setempat, surat-menyurat Yaidah dapat diselesaikan.

Agus pun menceritakan awal kronologi permasalahan itu. Sekitar Agustus 2020, Yaidah mengurus akta kematian anaknya di kantor kelurahan untuk tujuan klaim asuransi. Namun, karena dia merasa proses di kelurahan itu lama, akhirnya Yaidah mencari kepastian informasi ke Mal Pelayanan Publik Siola.

"Memang saat itu Mal Pelayanan Publik sedang menerapkan lockdown, sehingga petugas kita juga terbatas. Karena kebanyakan mereka bekerja dari rumah," kata Agus.

Selanjutnya
Halaman
1 2