Round-Up

Ancang-ancang Gerindra Bentengi Ponakan Prabowo yang 'Diserang' Lagi

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 20:32 WIB
Rahayu Saraswati atau Sara Djojohadikusumo menjalani sesi foto di kantor detikcom
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Foto: Rachman Haryanto)

Timses Sara: Pihak Sebelah Gila dan Panik!

Tim sukses (timses) Sara di Pilkada Tangsel 2020 menuding pihak tim lawan panik atas elektabilitas paslon nomor 1 itu.

"Pihak sebelah mulai gila dan panik karena menggunakan segala cara yang tidak bermartabat lantaran dukungan rakyat kepada pasangan calon Wali Kota Muhamad dan Wakil Wali Kota Rahayu Saraswati semakin tinggi," kata Sekretaris Tim Pemenangan Muhamad-Saraswati, Wanto Sugito, kepada wartawan, Senin (25/10/2020).

Untuk diketahui, Rahayu Saraswati maju sebagai calon Wakil Wali Kota Tangsel berpasangan dengan eks Sekda Tangsel Muhamad. Pasangan nomor urut 1 itu bersaing dengan paslon nomor urut 2 Siti Nur Azizah-Ruhamaben serta paslon nomor urut 3 Benyamin Davnie-Pilar Saga Ihsan.

Wanto, yang juga Ketua DPC PDIP Tangsel, belum bisa menyimpulkan apakah serangan terhadap Sara dilakukan pendukung paslon nomor urut 2 atau nomor urut 3. Pihak tim pemenangan akan berdiskusi untuk mengambil langkah hukum dan memastikan akan mengejar pelaku.

Menurut Wanto, serangan lewat foto kehamilan Rahayu Saraswati adalah gambaran kepanikan dan miskin ide dari pendukung lawan politik di Pilkada Tangsel. Ia pun meminta paslon yang bersaing di Pilkada Tangsel mengingatkan pendukungnya agar tidak menyerang calon lain secara pribadi.

"Pemilih yang pintar harus bisa melihat gagasan dan ide dari pasangan calon yang akan dipilihnya," tuturnya.

Gerindra Dukung Sara Tempuh Jalur Hukum

Partai Gerindra mendukung Sara untuk tempuh jalur hukum.

"Kami mendukung jika kali ini Mbak Sara akan menempuh jalur hukum," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, kepada wartawan, Sabtu (25/10/2020).

Habiburokhman mengatakan serangan itu tidak bermoral dan merendahkan seorang ibu. Dia khawatir serangan ini merupakan lanjutan dari serangan sebelumnya yang juga terjadi kepada Rahayu.

"Serangan tersebut sungguh tidak bermoral dan merendahkan kaum Ibu. Kami khawatir ini merupakan sekuel dari serangan sebelumnya, dimana ada narasi pelecehan terhadap beliau," ujarnya.

Menurutnya, meskipun Rahayu secara terus-terusan diserang, hal itu tidak akan mengurungkan perjuangannya. Habiburokhman mengatakan Rahayu akan teguh berjuang, apalagi untuk membela hak perempuan.

"Para penyerang itu sungguh memalukan, sepertinya ada pihak yang menghalalkan segala cara hanya karena nggak suka dengan sosok Mbak Sara," ucapnya.

"Kepada para penyerang saya ingatkan bahwa Mbak Sara nggak akan pernah ciut. Beliau cucu pejuang dan beliau sendiri juga pejuang hak-hak perempuan dan anak," lanjutnya.

Halaman

(aan/azr)