Langgar Protokol COVID, 2 Kampanye di Sulsel Dibubarkan

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 17:14 WIB
Logo Bawaslu, gedung Bawaslu, ilustrasi gedung Bawaslu
Ilustrasi Bawaslu (Foto: Zunita Putri/detikcom)
Jakarta -

Masa kampanye Pilkada 2020 di Sulsel masih saja diwarnai dengan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan COVID-19 oleh para paslon. Alhasil, 2 kampanye yang melanggar pun dibubarkan.

"Itu ada di Maros kemarin jadi ada dua sudah diberikan peringatan, tapi tidak diindahkan sehingga teman -teman berkoordinasi dengan Pokja," kata Komisioner Bawaslu Bidang Penindakan, Asry Yusuf kepada wartawan, Senin (26/10/2020).

Sementara itu, Bawaslu juga telah mengeluarkan 7 peringatan tertulis kepada paslon yang diduga melanggar protokol kesehatan. Asry mengungkapkan, peringatan tertulis itu langsung dipatuhi para paslon.

"Untuk membedakan daerah lain, begitu diberikan surat peringata tertulis langsung membubarkan diri, tidak ada lagi pembubaran," ujarnya.

Menurut Asry, ada kekhawatiran dari Bawaslu Sulsel bahwa pelanggaran protokol kesehatan akan semakin meningkat jelang tenggat waktu masa kampanye nanti. Karena itu, dia meminta para paslon untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Kami prediksi mudah mudahan tidak terjadi, makin masuk akhir hari kampanye akan semakin sulit terkendali kalau merujuk pada pelanggaran kampanye sebelumnya. Sehingga kami di Bawaslu melihat tren itu sangat prihatin jika masih dilakukan di masa pandemik," terangnya.

Bawaslu juga meminta para pengawas di daerah untuk lebih tegas dalam memberikan peringatan tertulis kepada pada paslon.

Sementara itu terkait netralitas ASN selama masa kampanye, Asry menyebutkan dari data KASN yang diterimanya, ada sekitar 12 ASN yang diminta memberikan pernyataan terbuka atas dugaan pelanggaran netralitas di masa kampanye Pilkada di Sulsel.

"Ada yang dikenai hukuman disiplin ringan, disiplin sedang hingga pemanggilan dan peringatan," sebut Asry.

(tfq/mae)