Satpol PP DKI: Pelanggaran Protokol Kesehatan Menurun Saat PSBB Transisi

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 25 Okt 2020 10:18 WIB
Pemprov DKI Jakarta akan II kembali membuka RPTRA di masa PSBB Transisi ini. RPTRA dibuka secara terbatas yakni dengan pembatasan usia pengunjung.
Ilustrasi protokol kesehatan saat PSBB transisi. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Satpol PP DKI Jakarta mengklaim terjadi penurunan angka pelanggaran protokol kesehatan virus Corona (COVID-19) di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Pasalnya, masyarakat telah disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, salah satunya memakai masker.

"Kalau disandingkan dengan PSBB yang sebelumnya, PSBB ketat kemudian PSBB transisi yang sebelumnya ada, terjadi penurunan terhadap pelanggaran disiplin protokol kesehatan utamanya yang berkenan dengan penggunaan masker, masyarakat sudah makin menyadari bahwa masker ini menjadi sebuah kebutuhan ya," kata Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2020).

Arifin mengatakan masyarakat sudah mulai menyadari pentingnya penggunaan masker. Hal ini, sebut Arifin, didasari saat operasi di jalur protokol sampai menembus lingkungan permukiman warga.

"Sehingga kami ketika melakukan operasi, baik itu operasi di jalan-jalan yang ada, di jalur-jalur protokol maupun di lingkungan pemukiman, kita lihat bahwa masyarakat sudah mulai menyadari pentingnya penggunaan masker. Mudah-mudahan ini salah satu upaya yang kita lakukan menumbuhkan kedisiplinan masyarakat makin sadar, makin baik lagi masyarakat untuk patuh terhadap protokol-protokol kesehatan" tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengurangi kebijakan rem darurat di Ibu Kota. Sejak 12 Oktober 2020, PSBB transisi sudah dimulai.

Keputusan ini diumumkan lewat keterangan tertulis di situs Pemprov DKI, Minggu (11/10). Pemprov DKI menyatakan adanya pelambatan kenaikan kasus positif dan kasus aktif meski masih terjadi peningkatan penularan.

"Melihat hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta memutuskan mengurangi kebijakan rem darurat secara bertahap dan memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi dengan ketentuan baru selama dua pekan ke depan, mulai tanggal 12-25 Oktober 2020," demikian bunyi keterangan tertulis dari Pemprov DKI.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan keputusan ini didasari beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian RS rujukan COVID-19.

Tonton juga 'Hari Terakhir PSBB Transisi, Sudirman-Thamrin Ramai Warga Olahraga':

[Gambas:Video 20detik]

(imk/imk)