Gus Nur Ditangkap karena Hina NU, Golkar: Tendensinya Memang Menjelekkan

Matius Alfons - detikNews
Minggu, 25 Okt 2020 09:05 WIB
Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily
Foto: Jefrie Nandy Satria/detikcom
Jakarta -

Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur ditangkap Bareskrim Polri usai dinilai menghina Nahdlatul Ulama (NU). Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily menilai yang diutarakan Gus Nur memang bertendensi menjelek-jelekkan NU.

"Iya kita harus bedakan mana kritik, mana hal yang memang tendensinya adalah perbuatan tidak menyenangkan pihak lain atau organisasi, apalagi ini organisasi keagamaan," kata Ace saat dihubungi, Sabtu (24/10/2020).

Ace mengatakan yang diutarakan Gus Nur memang memiliki tendensi menjelek-jelekkan NU, salah satunya mengungkap terkait 'penumpang' NU adalah komunis. Menurutnya, ungkapan tersebut tidak seharusnya keluar dari seseorang yang mengaku ustaz.

"Nah tindakan melaporkan Gus Nur saya kira bukan tanpa ada bukti ya, dan hak setiap warga NU untuk merasa tidak dihargai jika ada pernyataan yang memang tendensinya adalah menjelek-jelekkan bahwa menyebut NU penumpangnya adalah komunis, sopirnya ugal-ugalan, kan hal-hal semacam ini tidak selayaknya disampaikan oleh orang yang selama ini mengaku sebagai ustaz begitu," ucapnya.

Ace pun menyebut seharusnya seluruh pihak bisa tetap saling menghormati dan menghargai meskipun tengah mengkritik seseorang atau suatu organisasi. Menurutnya, jika sudah merendahkan atau menjelekkan, orang itu harus menerima konsekuensinya.

"Saya kira kalau kita berani untuk menyampaikan suatu pendapat, maka harus siap terima konsekuensinya. Jangan dipahami bahwa tindakan Gus Nur benar juga, tindakan itu menurut saya dengan mengatakan ujaran yang tidak terpuji seperti itu ya dia harus siap terima konsekuensinya, tidak pantas saya kira diucapkan seperti itu," ujar Ace.

Seperti diketahui, Gus Nur ditangkap tengah malam tadi atas tuduhan menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan. Pernyataan Gus Nur tersebut disebarkan dalam akun YouTube MUNJIAT Channel pada 16 Oktober 2020.

"Tindak pidana menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan, menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas SARA dan penghinaan," tutur Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet.

Gus Nur dilaporkan oleh Ketua Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Cirebon Azis Hakim ke Bareskrim Polri kemarin. Laporan itu bernomor LP/B/0596/X/2020/BARESKRIM tanggal 21 Oktober 2020. Azis selaku pelapor mengatakan pihaknya melaporkan dengan dugaan tindak pidana penghinaan dan ujaran kebencian melalui media elektronik.

(maa/man)