Wakil Ketua MPR Minta Masyarakat Belajar dari Akhlak Tokoh Bangsa

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 21:53 WIB
Hidayat Nur Wahid
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan persatuan dan kesatuan bangsa harus terus dijaga, karena berharga buat bangsa Indonesia. Menurutnya, hal itu terbukti dari berbagai peristiwa kelam dalam sejarah perjalanan bangsa hingga kini, NKRI tetap utuh karena persatuan.

"Di balik kuatnya persatuan hingga terbentuknya NKRI oleh para tokoh-tokoh bangsa yakni ada implementasi etika, akhlak, moralitas yang begitu luar biasa dicontohkan mereka selain keberanian dan sikap pantang menyerah," ujar HNW dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2020).

Padahal, kata dia, para tokoh bangsa itu berasal dari suku, dan daerah yang berbeda. Bahkan, agama dan kepercayaan pun berbeda juga seperti beragama Islam, Kristen, Hindu, Buddha dengan latar belakang pendidikan serta organisasi yang berlainan pula.

"Begitu besarnya keberagaman yang ada, tapi tidak satupun dari mereka yang menunjukkan sifat mau menang sendiri, angkuh, tidak mau musyawarah. Yang dimunculkan oleh mereka adalah kebersamaan, saling mengisi dengan satu tujuan Indonesia merdeka," imbuhnya pada Temu Tokoh Nasional/Kebangsaan kerja sama MPR dengan Garuda Keadilan Sumatera Barat, di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

HNW menuturkan keunggulan-keunggulan yang ada pada diri pribadi masing-masing tokoh bangsa tidak lantas menjadi sesuatu yang diperdebatkan. Malah disatukan dan dijadikan kekuatan besar untuk mencapai tujuan mulia bersama. "Mereka benar-benar memberikan teladan bagaimana mengedepankan etika dan akhlak yang mulia," ungkapnya.

Bagi HNW, keteladanan para tokoh bangsa itu sangat hebat. Ia mengimbau rakyat Indonesia saat ini mesti menghormati mereka secara sungguh-sungguh.

"Bayangkan, di era saat itu yang serba terbatas, serba kekurangan dan penuh kesederhanaan, mereka bisa dan hasilnya adalah NKRI yang kita nikmati sekarang ini," tambahnya.

Semestinya, lanjut HNW, rakyat Indonesia di era modern di mana semuanya serba ada, serba mudah harus lebih beretika, lebih kuat, lebih semangat menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Mengapa hal tersebut menjadi penting, karena jika nilai-nilai yang dicontohkan para tokoh bangsa kita itu tidak kita lakukan, maka Indonesia tidak akan berumur panjang. Lihat saja Uni Soviet, negara adidaya dengan segala kelebihannya bisa pecah dan hancur sebab tidak ada nilai-nilai mempersatukan seperti yang dimiliki Indonesia," pungkasnya.

(mul/mpr)