Ganjar Sempat Pertimbangkan Lockdown: Duit Pemerintah Tak Akan Cukup

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 18:03 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Rabu (30/9/2020).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto: dok. Humas Pemprov Jateng)
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan sempat mempertimbangkan untuk melakukan lockdown di daerahnya saat awal pandemi COVID-19 mewabah di Indonesia. Namun Ganjar menilai anggaran pemerintah tidak akan cukup jika Jawa Tengah melakukan lockdown.

Ganjar mengungkapkan hal itu dalam dalam diskusi virtual Kompas Talks bersama KAGAMA bertema 'Strategi Indonesia: Keluar dari Pandemi' pada Sabtu (24/20/2020). Awalnya, Ganjar menceritakan sempat meminta pandangan dari berbagai ahli hingga duta besar RI di China, Vietnam, dan Korea Selatan (Korsel) saat masa awal pandemi Corona masuk ke wilayah Indonesia.

"Saya hitung waktu itu. Kalau kemudian kita mengambil skenario terburuk di-lockdown, saya sudah hitung duit pemerintah tidak akan cukup. Maka tugas kami adalah berkomunikasi dengan pusat dan berkomunikasi dengan semua kabupaten/kota, berapa yang harus kita jamin," kata Ganjar.

Alasan lain mengapa Ganjar tidak melakukan lockdown adalah ia mempertimbangkan jumlah aparat penegak hukum. Ia mempertanyakan ketersediaan personel Satpol PP, polisi, hingga TNI yang harus mengawasi pelaksanaan lockdown.

"Kedua, saya hitung resources apa yang kita butuhkan seandainya skenario terburuk kita lakukan. Saya hitung, kalau mereka kita paksa masuk di rumah dan tidak boleh keluar alias sangat terbatas, apakah kemudian penjaga keamanan kita cukup? Ya polisi, Satpol PP, TNI ya, itu kira-kira cukup apa nggak?" ujar Ganjar.

Selanjutnya
Halaman
1 2