Kantor NasDem Makassar Diserang Saat Demo Ricuh, UNM: Bukan Mahasiswa Kami!

Ibnu Munsir - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 18:11 WIB
Kantor NasDem Makassar diserang massa (Ibnu Munsir-detikcom).
Foto: Kantor NasDem Makassar diserang massa (Ibnu Munsir-detikcom).
Makassar -

Universitas Negeri Makassar (UNM) menegaskan mahasiswanya tidak terlibat aksi penyerangan Kantor DPD NasDem Makassar saat demo Omnibus Law ricuh di Jalan AP Pettarani. Kabag Humas UNM Baharuddin mengatakan massa yang menyerang Kantor NasDem Makassar tidak menggunakan jas almamater UNM.

"Aksi bentrok yang terjadi semalam bukan merupakan mahasiswa dari UNM Makassar. Karena mahasiswa UNM Makassar saat melakukan aksi demonstrasi selalu mengenakan jas almamater dan semalam tidak ada yang mengenakan jas almamater," kata Burhanuddin dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (23/10/2020).

Untuk diketahui, aksi unjuk rasa massa mahasiswa di Jalan AP Pettarani, Makassar depan Kampus UNM pada malam tadi berakhir ricuh. Di tengah aksi, seketika muncul sekelompok massa yang menyerang Kantor NasDem Makassar dan membakar ambulans yang parkir di kantor tersebut.

Atas aksi ricuh tersebut, Burhanuddin menyebut aksi mahasiswanya yang sebelumnya damai telah telah disusupi orang tak dikenal. Hingga kini UNM masih menunggu laporan resmi dari kepolisian terkait aktor pembuat aksi tersebut ricuh.

"Untuk info pastinya akan kami berikan keterangan lebih lanjut. Karena sampai saat ini kami masih mendalami siapa saja yang terlibat," jelasnya.

Saat ricuh, sekelompok massa juga menyerang kampus UNM dengan lemparan batu hingga petasan. Akibatnya sejumlah fasilitas di Kampus UNM rusak.

DPW NasDem Sulsel sebelumnya telah mengutuk aksi tindakan anarkis massa yang menyerang Kantor DPD NasDem Makassar. Sekretaris NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif menduga ada oknum yang memanfaatkan mahasiswa dalam aksi penyerangan tersebut.

"Kami mengutuk keras kejadian ini. Siapa pun pelakunya, kami berharap hidupmu tenang dan bahagia dan puas telah melakukan perbuatan pengecut dan pecundang seperti ini," ujar Syaharuddin dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (23/10).

"Setiap kali kegiatan penyampaian aspirasi, sering kali pengurus DPD NasDem Kota Makassar menyiapkan air minum untuk mahasiswa yang aksi. Tapi ini murni sudah kriminal dan disusupi oleh oknum yang memanfaatkan mahasiswa," tegas Syahar.

(nvl/nvl)