Demo Tolak Omnibus Law di Makassar Ricuh, Kapolda: Disusupi Aliansi Makar

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 00:13 WIB
Aksi massa tolak Omnibus Law di Makassar berakhir ricuh
Foto: Demo tolak Omnibus Law di Kota Makassar berakhir ricuh (dok. Istimewa).
Makassar -

Unjuk rasa mahasiswa yang menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja di Jalan AP Pettarani, Makassar berakhir ricuh malam ini. Kapolda Sulsel Irjen Merdysyam menyebut aksi mahasiswa itu telah disusupi kelompok Aliansi Makar.

"Ini disusupi juga dengan Aliansi Makar, mereka sebut makar. Ini sudah melakukan perusakan, tindakan pelemparan, bahkan pembakaran," ujar Irjen Merdy kepada wartawan saat meninjau lokasi aksi di Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (22/10/2020) malam.

Merdy mengungkapkan, awalnya aksi mahasiswa menolak UU Ciptaker di Jalan AP Pettarani depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) sejak siang tadi berlangsung damai. Namun saat aksi berlanjut hingga malam, Aliansi Makar datang dan melakukan provokasi seperti pelemparan dan pembakaran.

"Beberapa CCTV yang ada di sini mereka rusak," katanya.

Aliansi Makar juga diduga kuat telah melakukan provokasi dengan melempar Kantor DPD NasDem Makassar dan membakar ambulans yang terparkir di halamannya.

"Kebetulan di depan ini ada kantor sekretariat salah satu partai politik (NasDem), jadi di sana ada mobil ambulans yang sedang diparkir itu juga menjadi sasaran aksi mereka," ungkapnya.

Aksi ricuh kelompok Aliansi Makar itu kemudian mendapat perlawanan dari warga hingga memicu bentrok. Kini situasi di Jalan AP Pettarani depan kampus UNM sudah mulai kondusif.

"Kita tadi melakukan upaya-upaya mulai dari persuasif sampai penegakan hukum (dengan) pendorongan. Bahkan kita upaya pembubaran," tuturnya.

Terkait kericuhan ini, polisi mengamankan 13 orang. Saat ini polisi masih mendalami identitas 13 orang yang diamankan tersebut.

"Sedang kita dalami (apakah mahasiswa atau bukan). Itu yang tadi kita amankan sewaktu kita melakukan pendorongan," beber Irjen Merdy.

(nvl/jbr)