Wagub DKI Klaim Belum Ada Lonjakan Kasus Corona Usai Demo Omnibus Law

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 16:55 WIB
Ahmad Riza Patria
Foto: Ahmad Riza Patria (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim hingga kini belum ada lonjakan kasus virus Corona (COVID-19) pasca demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja 8 Oktober 2020. Riza mengatakan justru kondisi grafik kasus Corona cenderung menurun.

"Alhamdulillah sampai hari ini belum ada tanda-tanda peningkatan justru yang terjadi kecenderungannya menurun, kita bersyukur angka di nasional kasus aktif atau kasus positif aktif juga menurun, mudah-mudahan demikian Jakarta dan daerah lainnya terus menurun angkanya, sekali lagi bagi masyarakat melaksanakan protokol kesehatan," kata Riza kepada wartawan, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2020).

Riza menyebut sejak PSBB Jakarta dilonggarkan kembali, memang sempat ada peningkatan. Namun, sejak akhir September mulai terjadi penurunan hingga saat ini.

"Kalau kita lihat data memang sejak 5 Juni kita melakukan pelonggaran itu memang ada peningkatan yang cukup, grafiknya naik terus, tetapi sejak akhir September sampai awal 9 Oktober grafiknya sudah mulai mendatar konsisten dan juga angka kenaikan kesembuhan meningkat sekarang 84,2 persen, angka kematian turun 2,2 persen," ujarnya.

Riza memastikan proses testing terus ditingkatkan hingga saat ini. Serta fasilitas kesehatan dan ketersediaan ruang ICU juga terus diupayakan.

"PCR kita tingkatkan melebihi dari standar yang diminta 6 kali melebihi dari standar 1,16 juta lebih PCR. Lalu jumlah laboratorium dan ruang ICU, ruang isolasi, tenaga kesehatan, RS rujukan sudah 98 buah. Prinsipnya semua sarana prasarana masker APD semua kita tingkatkan. Itu lah yang membantu di Jakarta kita mengendalikan COVID-19," ucapnya.

Meski begitu, dia meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Jika perlu menurutnya, masyarakat harus punya asumsi OTG.

"Tentu bagi masyarakat sekalipun ada pelonggaran kita minta tempat yang terbaik adalah tetap berada di rumah dan terus melaksanakan protokol COVID dan juga tidak kalah penting kita minta masyarakat terus meningkatkan kekebalan tubuh. Kita harus selalu punya asumsi anggap kita semua OTG kalau kita OTG kita hati-hati lebih waspada menggunakan masker 3M meningkatkan kesehatan kekebalan tubuh tidur yang cukup olah raga yang teratur," tuturnya.

Untuk diketahui, gelombang penolakan pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja terjadi di DKI Jakarta, sejak Kamis (8/10). Sejumlah massa dari mahasiswa hingga buruh berdemo menolak UU Cipta Kerja.

(eva/rfs)