Buruh Minta Demo di Depan Istana Negara, Hendak Sampaikan Surat ke Jokowi

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 13:03 WIB
Massa Buruh Minta Difasilitasi Demo di Depan Istana Negara
Massa Buruh Bawa Surat untuk Presiden Jokowi (Arun/detikcom)
Jakarta -

Massa buruh dari FSP LEM SPSI meminta kepada kepolisian agar difasilitasi untuk demo di depan Istana Negara, Jakarta. Mereka hendak menyampaikan surat dan kajian kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Hari ini kami aksi lanjutan tanggal 6, 7, 8 Oktober, sekarang kita menolak UU Cipta Kerja karena kasat mata prosedur, proses, sampai terjadinya UU tidak mencerminkan jiwa Pancasila, tidak ada proses musyawarah dan mufakat. Kami meminta kepada Presiden, kita akan mengirimkan surat hari ini dengan lampirannya. Kita minta Presiden mengeluarkan Perppu pembatalan UU Cipta Kerja," kata Ketum FSP LEM SPSI Arif Minardi di simpang Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2020).

Arif berharap massa buruh bisa bergerak ke depan Istana dan menemui Presiden Jokowi. Mereka telah menyiapkan surat dan kajian yang menolak omnibus law UU Cipta Kerja.

"Kita akan melakukan aksi-aksi terus sampai UU Cipta Kerja dicabut melalui Perppu. Presiden kita sudah siapkan surat dengan lampirannya dengan analisanya. Kita sudah siapkan. Kronologis dan kajian lengkap mudah-mudahan Presiden bisa membaca termasuk pertemuan tim-tim yang dikatakan mereka bahwa sudah berbicara dengan buruh itu semuanya hanya formalitas bukan seperti diskusi," ujar Arif.

Arif mengatakan ada sekitar 5.000 oran yang hadir di Patung Kuda. Mereka awalnya melakukan long march dari Tugu Tani.

"Massa sendiri ada 5.000-an. Kami harap pak polisi bisa kita sampai ke Istana dan Pak Presiden bisa mendengarkan orasi-orasi kami dan kami bisa menyampaikan langsung ke Presiden surat yang kami buat ini dan sudah detail surat kami," ucap Arif.

(maa/maa)