Pesantren Diminta Bentuk Satgas untuk Sosialisasikan Protokol COVID-19

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 16:12 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Jakarta -

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19, Sony Harry B Harmadi, menyarankan agar ada Satgas COVID-19 di lingkungan pondok pesantren. Hal itu bertujuan agar mencegah klaster baru penyebaran virus Corona di lingkungan pesantren.

"Jadi kalau saran saya, pertama bentuk Satgas pesantren, kalau ada Satgas Pesantren kalau ada dia menjalankan fungsi sosialisasi dan terus mengingatkan teman-temannya diterapkan agar melaksanakan 3M. Di situ kan juga para kiainya, para pengasuhnya juga tentu terus mengingatkan itu," kata Sony dalam talk show yang disiarkan di BNPB Indonesia, Jumat (23/10/2020).

Sony mengatakan nantinya para santri bisa mengedukasi dan mengajak teman lainnya untuk menaati protokol kesehatan. Ia menyebut 1 orang bisa berperan mengajak orang lain mematuhi protokol kesehatan.

Ia mengatakan, berdasarkan contoh kajian di negara yang menerapkan penggunaan masker secara ketat, dapat menurunkan angka kasus COVID-19. Dengan begitu, jika semua orang patuh memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dapat mengurangi penularan COVID-19.

"Jadi pada negara-negara yang menerapkan penggunaan masker secara ketat dalam 3 minggu tuh kasusnya turun drastis, tersisa hanya 20-25 persen kasus hariannya," katanya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur'an, ustad Yusuf Mansur mengajak semua pihak mengkampanyekan pemakaian masker, mencuci tangan dan menjaga jarak sebagai salah satu ibadah. Sebab, menurutnya, memakai masker dan protokol kesehatan lainnya sama saja telah beribadah dengan menjaga keselamatan bersama.

"Memang kita perlu meng-campaign bahwa ada ibadah yang sebelumnya tidak pernah ada sebelum masuk masa pandemi, yakni ibadah menjaga keselamatan orang dengan cara apa namanya mematuhi menjaga dan melaksanakan protokol kesehatan. Dengan cara begitu kita menjadi beribadah," kata Yusuf.

Ia mencontohkan, jika ada orang positif COVID-19 tanpa gejala memakai masker, akan mengurangi risiko terpapar COVID-19 kepada orang lain. Oleh karena itu perlunya semua pihak menaati protokol kesehatan.

"Saya mengimbau diri saya gitu ya untuk memperhatikan keselamatan diri dan orang lain karena di situlah kemudian Islam sendiri berperan. Percuma kita melakukan banyak hal, tapi itu mendatangkan bahaya buat kita dan apalagi bahaya buat orang lain," kata Yusuf.

(yld/imk)