Sekretariat Dirusak Imbas Demo Ricuh, NasDem: Ini Perbuatan Pecundang

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 14:28 WIB
Aksi massa tolak Omnibus Law di Makassar berakhir ricuh
Demo tolak omnibus law di Kota Makassar berakhir ricuh. (Foto: dok. Istimewa)
Makassar -

Kantor sekretariat DPD NasDem Makassar dirusak dan mobil ambulans dibakar akibat demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja berujung ricuh. DPW NasDem Sulsel mengutuk keras tindakan anarkistis tersebut.

"Kami mengutuk keras kejadian ini. Siapa pun pelakunya, kami berharap hidupmu tenang dan bahagia dan puas telah melakukan perbuatan pengecut dan pecundang seperti ini," ujar Sekretaris NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (23/10/2020).

Meski begitu, pihaknya sangat mengapresiasi adanya penyampaian aspirasi dari mahasiswa. Dia mengatakan setiap kali ada kegiatan unjuk rasa, pengurus NasDem Kota Makassar menyiapkan air minum.

"Setiap kali kegiatan penyampaian aspirasi, sering kali pengurus DPD NasDem Kota Makassar menyiapkan air minum untuk mahasiswa yang aksi. Tapi ini murni sudah kriminal dan disusupi oleh oknum yang memanfaatkan mahasiswa," tegas Syahar.

Pihaknya pun mendesak Kapolrestabes Makassar serta Kapolda Sulsel segera menangkap pelaku. "Ke depan, mestinya pihak kepolisian disiplin membubarkan aksi massa yang sudah melewati batas waktu sesuai aturannya," jelasnya.

"Juga meminta kepada pihak kepolisian agar melakukan penjagaan pada kantor NasDem Kota Makassar," sambung mantan Sekjen Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah itu.

Selain itu, Syaharuddin menyayangkan mobil ambulans NasDem Kota Makassar yang juga dibakar. Padahal, lanjutnya, ambulans sangat membantu warga.

"Apa salahnya mobil ambulans kami. Mobil ambulans gratis itu telah banyak melayani ribuan masyarakat Makassar dan bahkan mengantar jenazah dari Makassar ke pelosok desa se-Sulsel," lanjut Syahar.

Sementara itu, Ketua DPD NasDem Makassar Andi Rachmatika Dewi meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus perusakan sekretariat dan pembakaran mobil ambulans NasDem.

"Kami meminta ini diusut tuntas semua. Karena jangan sampai ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menyusupi ini," kata Cicu, sapaan akrab Andi Rachmatika.

Sebelumnya, polisi menyebut aksi penolakan omnibus law UU Cipta Kerja tersebut disusupi kelompok aliansi makar. Ada 13 orang yang diamankan pascakericuhan.

"Ini disusupi juga dengan aliansi makar, mereka sebut makar. Ini sudah melakukan perusakan, tindakan pelemparan, bahkan pembakaran," ujar Irjen Merdy kepada wartawan saat meninjau lokasi aksi di Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (22/10).

(fiq/jbr)