Akhirnya Ditangkap, Ini Jejak Elissa Buron 7 Tahun di Kasus Kado Isi Kokain

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 12:12 WIB
Tim Kejaksaan menangkap buron terpidana narkotika, Elissa Gunawan, di sebuah apartemen di kawasan Tebet, Jaksel (dok. Istimewa)
Foto: Tim kejaksaan menangkap buron terpidana narkotika, Elissa Gunawan, di sebuah apartemen di kawasan Tebet, Jaksel (dok. Istimewa)
Jakarta -

Elissa Gunawan dieksekusi jaksa ke LP Pondok Bambu setelah kabur bertahun-tahun di kasus kokain. Di persidangan, Elissa mengaku dia dikirimi kado pernikahan dari Amerika Serikat yang ternyata isinya kokain.

Pengakuan Elissa berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 599 K/PID.SUS/2013 yang telah berkekuatan hukum tetap, yang dilihat Jumat (23/10/2020). Elissa akan menikah dengan Andhi Candra usai pacaran selama 3 bulan. Rencananya, pernikahan di gelar awal 2011.

Namun, sebuah kado ulang tahun dari teman keduanya di California, Amerika Serikat, David membuyarkan rencana mereka. Sebab, kado yang seharusnya berisi kalung tersebut, malah berisi kokain seberat 42,8 gram. Alhasil, mereka pun berurusan dengan polisi.

Beda cerita Elissa, beda fakta hukum yang terungkap. Alibi Elissa-Andhi ditolak mentah-mentah majelis hakim. Sejatinya, Elissa, David dan Andhi pernah pesta narkoba di sebuah apartemen di Tanah Abang, Jakarta, pada Oktober 2010.

David kemudian pulang ke California dan menjanjikan akan mengirim lagi kokain. Atas dasar itu, majelis hakim meyakini Elissa dan Andhi bersalah. Pada 20 September 2011, PN Jakpus menjatuhkan hukuman percobaan kepada Elissa. Hukuman itu diperberat di tingkat banding pada 11 Januari 2012.

Majelis tinggi memutuskan Elissa bersalah dan dihukum 10 bulan penjara dengan denda Rp 40 juta subsider 4 bulan kurungan. Hukuman Elissa kemudian diperberat lagi di tingkat kasasi menjadi 4 tahun penjara.

Majelis kasasi menilai kesediaan Elissa untuk menempatkan alamatnya sebagai tempat tujuan pengiriman paket barang oleh David dari Amerika menunjukkan Elissa sudah sepatutnya diduga atau disangkakan, bahwa barang yang hendak dikirim oleh David adalah barang yang tidak lazim atau tidak beres.

Tonton video 'Kepala BNN: Banyak Perempuan Indonesia Dimanfaatkan Jadi Kurir Narkoba':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2