Kemenkes: RI Belum Buat Kontrak Pembelian Vaksin AstraZeneca

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 09:28 WIB
Jubir Penanganan Virus Corona Covid-19 Achmad Yurianto
Achmad Yurianto (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Vaksin COVID-19 AstraZeneca yang tengah dikembangkan kini dalam sorotan setelah seorang relawan vaksinasi di Brasil meninggal dunia. Bagaimana nasib rencana pendatangan vaksin AstraZeneca ke Indonesia?

Untuk diketahui, Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi, seperti dikutip dari siaran pers Kemenkes pada 14 Oktober 2020, menandatangani letter of intent (LoI) antara Kemenkes RI dan AstraZeneca tentang kerja sama pengadaan vaksin. Indonesia menyatakan permintaan akan kandidat vaksin dari AstraZeneca untuk pengadaan sebesar 100 juta dosis pada 2021.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto menegaskan Indonesia belum membuat kontrak pembelian vaksin AstraZeneca. Kemenkes masih membahas kontrak tersebut.

"Kita belum membuat kontrak pembelian karena masih dalam pembahasan berbagai pihak di Kemenkes dan tim ahli," kata Yuri saat dihubungi, Jumat (23/10/2020).

Ditanya apakah RI tetap akan mendatangkan vaksin AstraZeneca, Yuri menegaskan kontrak pembelian itu belum ada. Sekali lagi dia menegaskan kajian tim ahli soal vaksin AstraZeneca belum tuntas. Dia menegaskan yang baru diteken RI hanyalah LoI.

"Kalau kontrak belum ada, terus dasarnya apa. Pertimbangan kajian tim ahli juga belum selesai," ucap Yuri.

"Betul (belum teken kontrak pembelian). Yang sudah ditandatangani adalah LoI," ucap Yuri.

Tonton video 'Libatkan IDI, Pemerintah Masih Tunggu Izin BPOM Terkait Vaksinasi Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/idn)