PAN soal Legislative Review UU Ciptaker: Jangan Terburu-buru, Masih Reses

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 09:25 WIB
Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay
Foto: Saleh Partaonan Daulay (dok. pribadi)
Jakarta -

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengirim surat ke 9 fraksi DPR RI meminta legislative review terhadap omnibus law UU Cipta Kerja. Fraksi PAN menilai tak perlu terburu-buru membahas legislative review UU Ciptaker karena DPR masih reses.

"Jangan terburu-buru dulu. Ini juga masih masa reses. Mungkin setelah reses nanti kami akan membahasnya secara internal. Yang penting sekarang, menjaga ketertiban, keamanan, dan keselamatan semua. Dengan begitu, pemulihan ekonomi kita bisa berjalan ke arah yang lebih baik," kata Plh Ketua F-PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay, kepada wartawan, Kamis (22/10/2020).

Saleh mengatakan sebelum pengesahan UU Ciptaker, PAN telah memberikan cacatan kritis. Hal itu menurut Saleh yang bisa jadi membuat KSPI mengusulkan legislative review UU Ciptaker.

"Dari awal, kami sudah memberikan 8 catatan kritis terkait pengesahan UU Cipta Kerja. Nah, nomor satu dari catatan itu adalah mekanisme dan proses pembahasan yang kami nilai terburu-buru dan sangat cepat. Inilah juga mungkin yang mendorong kelompok dan elemen masyarakat untuk mengusulkan legislative review," ucapnya.

PAN, kata Saleh, menghormati usulan legislative review UU Ciptaker dari KSPI. Namun, Saleh mengingatkan saat ini DPR masih reses dan sejumlah anggota dewan di daerah pemilihan (dapil).

"Kita ini negara demokrasi dan taat pada aturan hukum. Karena itu, semua hal berkenaan dengan pembumian demokrasi dan penegakan aturan hukum harus diapresiasi dan dihormati. Termasuk tentunya usulan untuk melaksanakan legislative review ini," imbuhnya.

Sebelumnya, KSPI mengirim surat ke DPR meminta legislative review terhadap omnibus law UU Cipta Kerja. Surat itu dikirimkan kepada 9 fraksi di DPR RI.

"Jadi 9 fraksi sudah kami kirim, yaitu tentang legislative review. Kami minta anggota DPR yang berjumlah 575 orang yang ada 9 fraksi dengan tembusan tadi," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/10).

Simak juga video 'Airlangga: UU Ciptaker Jalan Keluar Negara Berpenghasilan Menengah':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/jbr)