45 Tahun Tak Berjumpa, Indra Catri Bertemu Teman SD di Dharmasraya

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 21:20 WIB
Calon Wakil Gubernur Sumatera Barat, Indra Catri melakukan safari politik ke Perguruan Maju Sehat Bersama (Mahatma), Kabupaten Dharmasraya.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Calon Wakil Gubernur Sumatera Barat, Indra Catri melakukan safari politik ke Perguruan Maju Sehat Bersama (Mahatma), Kabupaten Dharmasraya. Kunjungan Indra Catri ke Mahatma bukanlah untuk berkampanye, melainkan untuk melepas rindu dengan sahabatnya.

"Saya datang ke sini bukan untuk berkampanye, tetapi ingin babarito kepada dunsanak bahwa kami ikut dalam Pilkada Sumbar. Kemudian, juga ingin melepas rindu dengan sahabat dan dunsanak," tutur Indra dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10/2020).

Indra mengakui dirinya datang ke Perguruan Mahatma diundang beberapa petinggi, salah satunya Ridwan. Ridwan merupakan teman sekolah Indra sejak SD sampai SMP di Lubuk Sikaping, Pasaman. Mereka sudah 45 tahun tidak bertemu satu sama lain.

Indra Catri pun menyambut positif kegiatan yang dilakukan Mahatma dan mengaku diajak untuk mendaftar menjadi anggota Mahatma. Menurutnya, berlatih di Mahatma dapat membuat badan sehat, otak cerdas, dan iman teguh.

"Saya keluarga Mahatma. Yang membesarkan Mahatma paman saya almarhum Pak Dasril, Pak Pandu bersama beberapa orang lain. Kami selalu kumpul dulu. Makanya, saya tidak mau daftar lagi. Lalu, sejak diwakafkan oleh kedua tetua ini, saya tidak aktif lagi. Tapi saya tahu jurus dasar tiga itu," tuturnya.

Di sisi lain, Ketua Asisten Guru Besar Mahatma Dharmasraya, Hanusi menyampaikan Mahatma adalah ilmu pernapasan yang memiliki pengaruh luar biasa terhadap kesehatan. Dengan mengolah nafas, berbagai macam penyakit dapat diobati dengan sangat cepat.

"Anggota ini adalah orang berpenyakit, lalu berobat di Mahatma, insyaallah bisa sembuh dengan cepat," ujar Hanusi.

Ia mengklaim Mahatma memiliki jurus yang bisa mengaktifkan antibodi sehingga bisa membunuh virus yang menimbulkan COVID-19.

"Kami menyebutnya jurus dasar tiga untuk mengaktifkan antibodi dan membunuh virus. Ini terbukti. Di Jawa dalam satu kantor sepuluh orang, sembilan orang positif COVID-19, satu orang negatif. Satu negatif itu guru di Mahatma," pungkasnya.

(akn/ega)