Pemerintah Dorong Rapid Test Massal Saat Libur Panjang, Wewenang di Pemda

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 17:38 WIB
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk melakukan rapid test massal jelang libur panjang akhir Oktober. Upaya ini guna mencegah terjadinya klaster baru virus Corona (COVID-19).

"Pemerintah meminta dengan sangat bagi semua provinsi di Indonesia dan kabupaten/kota untuk melakukan tracing dan testing secara masif, hal ini sebenarnya untuk mendeteksi dini COVID-19 dan mencegah penularan yang lebih meluas," kata Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/10/2020).

"Tentunya pemerintah akan mendorong rapid test massal terutamanya di saat liburan panjang yang sebentar lagi akan kita hadapi sebagai antisipasi penularan klaster libur panjang. Kita ingin menghindari hal itu untuk tidak terjadi klaster tersebut," sambungnya.

Namun demikian, Wiku mengatakan kewenangan untuk melakukan tes massal ini ada di pemerintah daerah. Dia mengatakan pemerintah pusat akan mendukung penuh program tersebut.

"Kewenangan untuk melakukan rapid test masif adalah kewenangan pemerintah daerah yang didukung oleh pemerintah pusat. Satgas tentunya mendukung oleh pemerintah pusat. Satgas mendukung segala bentuk usaha pemerintah daerah untuk melakukan testing massal," tuturnya.

Anggaran dana untuk tes massal ini, kata Wiku berbeda di tiap-tiap daerah. Serta jumlah yang perlu dilakukan di daerah itu juga berbeda satu dengan yang lainnya.

"Untuk jumlah tes dan anggaran yang dibutuhkan tentu akan berbeda di masing-masing daerah dan tidak bisa disamakan. Yang lebih penting dan selalu Satgas ingatkan meskipun dalam suasana libur bersama nanti masyarakat tetap dianjurkan tidak keluar rumah dan berkerumun di tempat ramai apabila tidak ada keperluan mendesak," sebut Wiku.

Kepada masyarakat, Wiku berpesan agar senantiasa disiplin protokol kesehatan. Terutama saat libur panjang di tengah pandemi Corona.

"Selain itu saya juga meminta masyarakat wajib mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan serta menjaga jarak. Setelah sekian lama saya mengharapkan bahwa masyarakat seharusnya sudah mampu mengadaptasi kebiasaan baru di tengah situasi pandemi ini apapun keadaannya termasuk liburan panjang," jelasnya.

Tonton video 'Jokowi Wanti-wanti Peningkatan Kasus Corona di Long Weekend':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/imk)