12 Daerah Punya Kasus Aktif di Atas 1.000, Termasuk 5 Kota di Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 17:02 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menginformasikan data 12 kabupaten/kota dengan kasus aktif Corona di atas 1.000 per 18 Oktober. Kota Pekanbaru dan Padang menjadi daerah dengan kasus aktif tertinggi.

"Kalau kita lihat pada tabel kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif lebih dari 1.000," kata Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/10/2020).

Berikut ini 12 kabupaten/kota dengan kasus aktif Corona di atas 1.000 kasus per 18 Oktober:

1. Kota Pekanbaru 2.909
2. Kota Padang 2.816
3. Jakarta Timur 2.781
4. Jakarta Barat 2.023
5. Koat Jayapura 1.959
6. Jakarta Selatan 1.952
7. Kota Depok 1.897
8. Bogor 1.484
9. Kota Bekasi 1.410
10. Jakarta Utara 1.343
11. Jakarta Pusat 1.211
12. Bekasi 1.039

Wiku mengatakan 12 daerah yang memiliki kasus aktif lebih dari 1.000 ini sudah bertahan selama beberapa minggu. Daerah tersebut juga diidentifikasi sebagai kota besar yang telah memulai kembali aktivitas ekonomi.

"(Sebanyak) 12 kabupaten/kota ini sudah bertahan selama berminggu-minggu dengan jumlah kasus aktif yang ada. Memang 12 kabupaten/kota ini memang masuk kategori kota-kota besar yang aktivitas ekonominya sudah berjalan. Namun tantangan terbesar adalah bagaimana protokol kesehatan dapat benar-benar dijalankan dalam setiap aktivitas masyarakatnya," kata dia.

Kepada pemerintah daerah setempat Wiku meminta agar memperketat pengawasan protokol kesehatan. Dia juga mengimbau masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol COVID-19.

"Dimohon kepada seluruh perintah daerah dari 12 kabupaten/kota tersebut untuk dapat bekerja keras, untuk dapat menekan angka kasus aktif ini dengan secara tegas mengawasi kedisiplinan masyarakatnya dalam melaksanakan protokol kesehatan. Utamanya pada sektor ekonomi dan sosial yang sudah berjalan," tuturnya.

(lir/imk)