Airlangga: Vaksinasi Corona Tunggu Izin BPOM, IDI Dilibatkan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 14:43 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers skenario pemulihan ekonomi terkait Corona. Skenario pemulihan ekonomi disiapkan hingga tahun depan.
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto menyatakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dilibatkan dalam program vaksinasi virus Corona (COVID-19). Pemerintah juga bekerja sama dengan lembaga terkait vaksinasi di Indonesia.

"Pertama, IDI dilibatkan beberapa kali. Saya sendiri juga ketemu dengan IDI, mulai asosiasi yang untuk anak, untuk paru-paru, kemudian juga yang lain, termasuk juga kita bicara dengan Indonesia Technical Advisory Group Immunization ataupun ITAGI," kata Airlangga dalam siaran yang ditayangkan kanal YouTube BNPB, Kamis (22/10/2020).

Airlangga menegaskan waktu dimulainya vaksinasi Corona harus menunggu sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Menko Perekonomian ini menyebut proses uji klinis vaksin diperkirakan baru selesai pada Desember 2020.

"Tentu waktunya segera setelah mendapatkan sertifikasi oleh Badan POM. Jadi kalau timing itu tidak ada yang menentukan kapan, tetapi ikut berproses. Proses clinical trial itu diperkirakan sampai Desember. Jadi Desember baru kita mendapatkan clinical trial yang di Bandung," ujar Airlangga.

Jika izin vaksinasi dari BPOM sudah diberikan, pemerintah selanjutnya akan memperhatikan kesiapan fasilitas untuk vaksinasi. Airlangga menegaskan pemerintah mengutamakan keselamatan warga yang akan divaksin.

"Tentu sesudah clinical trial, baru BPOM bisa memberikan perizinan, dan sesudah juga lihat fasilitas. Kalau dalam bentuk vaksin jadi, lihat fasilitasnya Sinovac atau Sinopharm, kalau yang diproduksi di Bio Farma, lihat fasilitas di Bio Farma. Jadi timing-nya sangat bergantung pada hasil perizinan dari Badan POM," jelas Airlangga.

"Jadi tidak menentukan tanggal sekian, bulan sekian, tapi ini mengikuti kepada hasil penelitian clinical trial dan mengutamakan keselamatan jiwa manusia. Keselamatan jiwa manusia adalah hukum tertinggi," lanjut dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2