Ma'ruf Bicara Pilkada 'Lebih Baik Ditunda', Ini Penjelasan Jubir

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 13:43 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin
Wapres Ma'ruf Amin (Foto: dok. Setwapres)
Jakarta -

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan lebih baik Pilkada 2020 ditunda dalam wawancara bersama Najwa Shihab. Juru bicara Wapres, Masduki Baidlowi, menjelaskan maksud pernyataan Ma'ruf tersebut.

"Itu kan bicara konteksnya pilkada, di mana Wapres ditanya tentang hubungannya dengan putrinya yang mencalonkan lebih kepada itu. Dan selama ini prinsip yang dikemukakan oleh Wapres terkait pilkada apakah itu putrinya, apakah itu Pak Jokowi juga punya putra yang mencalonkan, dan konteksnya itu maka Wapres selama ini berprinsip itu adalah netralitas pejabat negara dan PNS itu harus dijaga. Dalam rangka itu, jadi tidak dalam rangka yang lain," kata Masduki kepada wartawan, Kamis (22/10/2020).

Masduki menegaskan yang dimaksud Ma'ruf bukanlah sebaiknya pilkada ditunda karena pandemi Corona. Namun Ma'ruf menjelaskan bahwa dia tidak mencampuri pandangan politik putrinya, Siti Nur Azizah.

"Nggak, tidak dalam rangka itu dia bicaranya. Najwa kan nanya itu kan Wapres, punya putri, kok dalam kondisi pandemi kok sepertinya pemerintah memaksakan, apakah ini karena Wapres punya putri mencalonkan diri ataupun Pak Jokowi punya putra mencalonkan diri, kan begitu," katanya.

"'Oh nggak, nggak ada hubungannya itu. Kemudian jawaban Wapres seperti itu. Jadi tidak ada hubungan sama sekali (pilkada ditunda). Karena konteksnya lebih pada itu. Tapi substansinya bagaimana aparat negara, pejabat negara, itu memang harus menjaga netralitasnya," sambungnya.

Lebih lanjut Masduki mengatakan Ma'ruf tidak akan mencampuri proses pilkada putrinya. Ma'ruf, kata Masduki, juga menyerukan agar pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) bersikap netral.

"Karena itu, Wapres tidak pernah menyinggung-nyinggung ataupun kampanye urusan putrinya. Tapi Wapres lebih pada putrinya yang mencalonkan diri memohonkan restu, ya Wapres merestui, tapi tidak lebih dari itu. Dan selama ini hubungannya adalah hubungan anak-bapak. Hubungan dalam konteks kebebasan berpendapat, kebebasan berpolitik seorang ayah tidak mengganggu terhadap kebebasan putra atau putrinya melakukan aspirasi politis termasuk untuk mencalonkan. Wapres tidak mencampuri," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2