Sikap 6 Gubernur DKI soal Tiang Monorel Mangkrak

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 13:18 WIB
Mangkraknya proyek monorel masih menyisakan tiang pancang di Jalan Rasuna Said, Jakarta, Rabu (25/10/2017). Nasib penggunaan tiang bekas monorel diserahkan kepada Pemprov DKI yang saat ini dipimpin Anies Baswedan.
Tiang monorel yang mangkrak. (Grandyos Zafna/detikcom)

3. Jokowi (2012-2014): 1.000 groundbreaking tak masalah

Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan sempat mencoba melanjutkan proyek monorel yang sempat terhenti. Dia bahkan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan monorel di Tugu 66, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Hadir pula Komisaris Utama PT Jakarta Monorail, Edward Soeryajaya.

"Setelah proyek ini terhenti selama 5 tahun, dengan mengucap bismillah pada tanggal 16 Oktober 2013, saya nyatakan proyek monorel oleh PT Jakarta Monorail saya nyatakan dilanjutkan kembali," kata Jokowi di lokasi peresmian, 16 Oktober 2013.

Namun setahun kemudian, proyek mangkrak lagi gara-gara Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang tak kunjung kelar. Mangkraknya proyek ini disebut Jokowi karena kehati-hatian. Dia minta syarat proyek monorel dilengkapi oleh investor dan pengembangnya.

"Groundbreaking itu dulu sudah ada. Mau seribu kali enggak masalah, wong bukan duit kita kok. Ngapain sih kamu ribut itu, orang bukan duit saya atau APBD kok ribut. Memang kita sudah berikan lampu hijau, dengan syarat-syarat itu tadi," kata Jokowi di Balai Kota, 25 Februari 2014.

Proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta masih terus berlangsung. Hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengeboran perut bumi untuk MRT di Senayan, Jakarta. Jokowi tiba di lokasi, tepatnya di Bundaran Patung Pemuda Senayan, Jakarta, sekitar pukul 10.20 WIB. Jokowi didampingi Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan. Agung Pambudhy/detikcom. Joko Widodo (Jokowi) (Agung Pambudhy/detikcom)

4. Ahok (2014-2017): Monumen penipuan

Pada 26 Juni 2014, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan dia bakal memutus kontrak dengan PT JM. Dia memastikan tiang-tiang monorel bakal jadi 'monumen'.

"(Aset yang sudah terbangun) Enggak bisa disita juga, karena tiang punya Adhi Karya. Kalau kita mau pakai ya bayar. Tapi saya jamin enggak akan dibongkarlah. Mungkin dijadikan monumen terjadi penipuan, atau dijadikan tiang untuk light rail," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, 30 Oktober 2014.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ditemui dalam acara penandatanganan kerjasama anak perusahaan peralatan teknologi pembersih asal Jerman, Kaercher Indonesia, Jakarta, Rabu (2/4/2014).Ahok (Agung Pambudhy/detikcom)

5. Djarot (2017): Harus dibongkar!

Djarot Saiful Hidayat kemudian melanjutkan kepemimpinan di DKI tak sampai setahun karena Ahok dibui. Djarot meminta tiang-tiang monorel dibongkar.

"Harus dibongkar kemudian tidak ada lagi jalur lambat dan jalur cepat. Kita akan tutup di situ. Sehingga lebar itu yah," kata Djarot di Balai Kota Jakarta, 11 Agustus 2017.

wagub djarot di kalijodoDjarot Saiful Hidayat (Aditya Fajar Indrawan/detikcom)

6. Anies (2017-2022): Nanti kita lihat

Gubernur berganti lagi, kali ini Anies Baswedan yang menjabat. Anies belum langsung memutuskan apa yang bakal dilakukannya terhadap tiang-tiang beton itu.

"Nanti kita lihat manfaat yang paling baik," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, 25 Oktober 2017.

Gubernur DKI Anies Baswedan.Gubernur DKI Anies Baswedan. (Tsarina-detikcom)

(dnu/van)