Imam Besar Istiqlal Cerita Kisah Nabi: Pandemi Itu Ada

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 13:08 WIB
Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar
Foto: Screenshoot 20detik
Jakarta -

Imam Besar Masjid Isiqlal, Nazaruddin Umar bercerita tentang kisah nabi yang sebelumnya pernah terjadi pandemi penyakit menular di zamannya. Nazaruddin mengatakan pandemi telah ada sejak zaman nabi sehingga kalau ada yang menyatakan tidak ada pandemi seperti yang saat ini terjadi, maka sama saja membodohi masyarakat.

"Mencontoh apa yang pernah dilakukan nabi jadi kita tak boleh mengingkari kenyataan bahwa virus itu ada di dalam Quran. Pandemi itu ada, sekarang juga ada," kata Nazaruddin, dalam talkshow yang disiarkan di YouTube BNPB Indonesia, Kamis (22/10/2020).

Diketahui masih ada sebagian masyarakat yang tidak mempercayai COVID-19 karena adanya isu konspirasi. Nazaruddin mengatakan pihak yang menyebut pandemi COVID-19 tidak ada sama saja melakukan pembodohan dan akan dimintai tanggungjawabnya.

"Nah kalau kita mengatakan tidak ada, itu melakukan pembodohan masyarakat. Itu sangat berbahaya itu, tanggungjawab kita kalau kita memberikan informasi seperti ini ke masyarakat," ujarnya.

Nazaruddin mengatakan, salah satu kisah epidemi terbesar terjadi di zaman Nabi Shaleh. Saat itu Raja Tsamud dan pasukannya tak mempercayai Allah dan meminta agar dimunculkan unta raksasa dari gunung.

Atas izin Allah kemudian terdapat mukzizat sehingga muncul unta raksasa di gunung, setelah itu Raja Tsamud dan pengikutnya tak mempercayai dan justru malah memakan daging unta tersebut. Kemudian kesokan harinya mengalami gejala penyakit menular.

"Jadi bukannya percaya malah menuduh tukang sihir, maka Raja Tsamud dan pasukannya menyantap daging unta tersebut, apa yang terjadi? Hari pertama setelah mereka makan sate unta itu berubah kulitnya menjadi kuning, hari kedua keluar pori-porinya itu keluar merah warna kulitnya," kata Nazaruddin.

"Hari selanjutnya ketika empedunya pecah cairan tubuhnya menjadi hitam, maka hitam lah seluruh kulitnya, ujung hari ketiga mereka mendengarkan suara yang menggelegar dari langit lalu mati lah mereka bergelimpangan di rumahnya. Itu cara kerjanya menurut ahli sejarah penyakit, tapi dia katakan itu lah penularan virus binatang kepada manusia pertama dalam sejarah. Nabi Shaleh yang tidak makan daging itu tidak terserang," ujarnya.

Nazaruddin menyebut pada saat terjadi wabah, nabi juga tak berhenti berusaha menemukan obat mengatasi pandemi. Oleh karena itu, Nazaruddin mengajak para santri dan stakeholder di pondok pesantren meningkatkan iman dan imunitas untuk mencegah COVID-19. Ia meminta supaya para santri menjadikan pondok pesantren teladan melaksanakan protokol kesehatan COVID-19.

"Saya mengimbau kepada seluruh komunitas pondok pesantren, para kiyai dan stakeholder pesantren itu mari kita jadikan pondok pesantren ini sebagai institusi, teladan untuk memproteksi virus COVID-19," ujarnya.

(yld/fjp)