Pekerja Ambulans DKI Demo Anies Tolak PHK Saat Pandemi, Ada yang Pakai Hazmat

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 11:34 WIB
Pekerja Ambulans Dinkes DKI demo tuntut tak ada PHK saat pandemi
Pekerja Ambulans Dinkes DKI demo menuntut tak ada PHK saat pandemi. (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah pegawai non-PNS dari Perkumpulan Pekerja (PP) Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinkes DKI Jakarta melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta. Mereka menuntut agar tidak ada PHK yang dilakukan terhadap tenaga AGD di masa pandemi virus Corona (COVID-19).

Pantauan detikcom di lokasi, massa tiba di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, sekitar pukul 10.30 WIB, Kamis (22/10/2020). Mereka menggunakan pakaian dinas berwarna biru, khas AGD DKI.

Selain itu, ada di antara massa yang menggunakan hazmat saat berdemo di depan kantor Gubernur DKI Anies Baswedan itu. Massa yang memakai hazmat itu tak kurang dari 10 orang.

Jumlah pekerja ambulans yang berdemo ini sekitar 100 orang. Selain itu, massa menutup sebagian Jalan Medan Merdeka Selatan. Kendaraan hanya bisa melintas di satu jalur paling kanan.

Pekerja Ambulans Dinkes DKI demo tuntut tak ada PHK saat pandemiPekerja ambulans Dinkes DKI demo tuntut tak ada PHK saat pandemi. (Ilman/detikcom)

Pengurus PP AGD DKI Jakarta Abdul Adjis mengatakan salah satu tuntutan dalam aksinya adalah meminta Pemprov DKI tidak melakukan PHK. Menurutnya, untuk bulan Oktober ini ada tiga pegawai AGD DKI Jakarta yang sudah dikenai PHK selama masa pandemi.

"Di bulan Oktober ini ada tiga yang di-PHK," ujar Adjis.

Sejumlah spanduk juga dibentangkan oleh massa. Mereka juga menuntut hak sebagai tenaga kesehatan. Massa melakukan orasi dengan membawa atribut demo, seperti spanduk hingga miniatur ambulans Pemprov DKI.

"Tolak PHK tenaga kesehatan di masa pandemi COVID-19," demikian salah satu bunyi spanduk tuntutan pendemo.

Tonton video 'Ubah Paham World Bank soal UU Cipraker, Airlangga Ucap Terima Kasih ke Luhut':

[Gambas:Video 20detik]



(man/elz)