Round-Up

Tersibak Misteri Wartawan Sulbar Deimas Laira Dibunuh Secara Barbar

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 20:38 WIB
Foto mendiang Demas Laira (28), wartawan yang menulis di beberapa median daring yang ditemukan tewas, diduga sebagai korban pembunuhan. (ANTARA/HO)
Foto mendiang Demas Laira (28), wartawan yang menulis di beberapa median daring yang ditemukan tewas, diduga sebagai korban pembunuhan. (Antara/HO)

Pelaku Sakit Hati Keluarganya Dilecehkan

Perlahan tapi pasti, motif pembunuhan wartawan Demas Laira terkuak. Polisi menyebut para pelaku tega menghabisi korban karena sakit hati setelah keluarganya dilecehkan.

"Motif, pelaku melakukan pembunuhan karena sakit hati kepada korban yang mengganggu dan mempermalukan adik perempuan salah satu pelaku, Syamsul," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo.

"Tidak terkait (profesi wartawan)," imbuhnya.

Polisi menyebut para pelaku tega menghabisi korban karena sakit hati setelah keluarganya dilecehkan.
Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Syamsu Ridwan mengatakan Demas Laira diduga melakukan pelecehan terhadap seorang perempuan berinisial K saat dalam perjalanan dari Kabupaten Pasangkayu ke Mamuju Tengah.

Perempuan berinisial K itu lalu meminta tolong kepada keluarganya. Kemudian para pelaku mengejar korban hingga akhirnya melakukan penganiayaan yang menyebabkan Demas Laira meninggal dunia.

Tidak Terkait Profesi Wartawan

Polisi memastikan pembunuhan Demas Laira tidak terkait dengan profesinya sebagai wartawan.

"Tidak terkait (profesi wartawan)," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo.

Pembunuhan tersebut diduga karena para pelaku sakit hati keluarganya dilecehkan oleh korban.

Seluruh Pelaku Satu Keluarga

Semua pelaku pembunuhan wartawan Demas masih punya hubungan keluarga.

"Semua pelaku masih satu keluarga. Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku melakukan pembunuhan akibat sakit hati karena keluarga mereka dilecehkan oleh korban," kata Syamsu Ridwan di Mamuju, Rabu (21/10/2020), seperti dilansir Antara.

Namun, polisi masih terus mengembangkan penyelidikan terkait penangkapan keenam orang diduga sebagai pelaku pembunuhan tersebut. "Saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan intensif terhadap para pelaku," kata dia.

Halaman

(aan/idn)