Ditangkap, Pengeroyok Polisi di Demo Ricuh Berstatus Pelajar-Pengangguran

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 20:08 WIB
Polres Jakbar tangkap 6 pelaku pengeroyok polisi saat demo omnibus law
Polres Jakbar menangkap 6 pelaku pengeroyok polisi saat demo omnibus law. (Farih Maulana/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya dan Polres Jakbar menangkap enam pelaku pengeroyokan dan penjarahan barang anggota polisi. Polisi menyebut, dari enam pelaku itu, ada yang masih berstatus pelajar hingga pengangguran.

"Jadi memang para pelaku ini ada di bawah umur, ada yang masih sekolah, tapi juga ada yang pengangguran," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, kepada wartawan, Rabu (21/10/2020).

Yusri memastikan penanganan hukuman untuk pelaku yang masih berstatus pelajar dan di bawah umur akan berbeda. Pelaku yang masih di bawah umur ditahan di sel khusus.

"Aturan memang untuk anak di bawah umur ada perbedaan dengan orang yang dewasa. Yang kita anggap di bawah umur itu yang 18 tahun ke bawah. Kemudian ada aturan dalam UU Perlindungan Anak, harus didampingi Bapas, tempatnya pun khusus," ujar Yusri.

Seperti diketahui, anggota Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berinisial AJS menjadi korban pengeroyokan enam perusuh saat demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja di Jakarta Barat. Tak hanya dikeroyok, barang-barang milik AJS dan kartu tanda anggota (KTA) Polri miliknya juga dirampas para pelaku.

"Pertama adalah MRR, dari hasil keterangan memang mengakui dia memukuli tiga kali, kemudian mengambil handphone," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu (21/10).

Selanjutnya
Halaman
1 2