Kemendagri Tegaskan Mendagri Tito Tak Pernah Larang Peringatan Maulid Nabi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 18:53 WIB
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA (Foto: dok. Kemendagri)
Jakarta -

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA menegaskan Mendagri Tito Karnavian tak pernah melarang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada libur panjang akhir Oktober 2020. Safrizal mengatakan yang dimaksud Tito adalah tidak mengunjungi tempat-tempat yang menyebabkan kerumunan.

"Pada konferensi pers Mendagri bersama Menko PMK, Menteri Kesehatan, dan Kepala BNPP sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nasional, pada saat itu Mendagri menyampaikan imbauan agar selama libur panjang masyarakat tidak mengunjungi tempat-tempat yang mengakibatkan kerumunan, seperti tempat wisata, bukan melarang perayaan Maulid Nabi," kata Safrizal dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/10/2020).

Pernyataan Safrizal ini meluruskan isi konferensi pers yang disampaikan Mendagri Tito seusai rapat terbatas di Istana Negara, Senin (19/10). Imbauan Tito pada saat itu, kata Safrizal, berkaca pada pengalaman hari libur sebelumnya yang menyebabkan tingginya mobilitas warga dari satu tempat ke tempat lain. Untuk itu, imbauan tersebut disampaikan agar momen liburan tak jadi tempat penularan.

"Pergerakan ini bisa menimbulkan media penularan. Oleh karena itu, hal ini perlu diwaspadai bersama agar liburan ini tidak menjadi media penularan," kata Safrizal mengutip pernyataan Mendagri.

Lebih lanjut, ditegaskan Safrizal, tidak ada pernyataan Mendagri Tito yang melarang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Safrizal menuturkan Tito menghormati tradisi-tradisi yang ada di masyarakat.

"Namun, karena situasi pandemi COVID-19 saat ini, Mendagri meminta agar kegiatan yang berkaitan dengan libur panjang, termasuk dengan kegiatan yang berhubungan dengan tradisi dan budaya, dilaksanakan dengan memperhatikan pembatasan terhadap kerumunan. Untuk itu, Mendagri meminta agar Forkompimda di daerah menjalin komunikasi sungguh-sungguh dengan para pemangku kepentingan, agar mencari upaya untuk menghindari adanya kerumunan yang masif. Di antara alternatif solusi yang ditawarkan ialah pembatasan pengunjung tempat-tempat wisata sehingga tidak melebihi kapasitas 50 persen," jelasnya.

Safrizal menegaskan lagi, pesan utama Mendagri Tito dalam konferensi pers dua hari lalu itu adalah meminta kepala daerah dan Forkompimda bergerak cepat menghidupkan mekanisme pertahanan daerah masing-masing dalam pencegahan COVID-19. Dengan begitu, program-program masyarakat di level bawah, seperti Program Kampung Tangguh dan Kelurahan Tangguh, dapat digerakkan sehingga masyarakat menaati protokol kesehatan dan menghindari bepergian ke luar kota bila tidak ada kepentingan yang mendesak.

Simak video 'Ada Libur Panjang Maulid Nabi, Tito: Kegiatan Tradisi Baiknya Tak Digelar':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/tor)