Pemkab Badung Raih WTP 6 Kali Beruntun dari BPK RI

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 18:37 WIB
Pemkab Badung
Foto: dok. Pemkab Badung
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Badung kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terkait Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2019 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Bali Sri Haryoso Suliyanto menjelaskan capaian yang berhasil diraih sebanyak enam kali secara beruntun ini merupakan upaya Pemkab Badung dalam meningkatkan kualitas penyusunan laporan keuangan.

"Pencapaian opini WTP ini adalah yang keenam kalinya bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Badung. Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung beserta jajaran perangkat daerahnya terhadap kualitas laporan keuangan yang dihasilkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2020).

Adapun berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, penyusunan LKPD Kabupaten Badung Tahun 2019 telah sesuai dengan SAP (Standar Akuntansi Pemerintahan) berbasis akrual dan tidak terdapat ketidakpatuhan yang berpengaruh langsung dan material.

Selain meraih WTP beruntun, Pemkab Badung juga telah menyusun dan merancang unsur-unsur SPI (Sistem Pengendalian Intern) meliputi lingkungan pengendalian, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan.

Dalam keterangannya, Pemkab Badung mengatakan keberhasilan pemerintah Kabupaten Badung meraih WTP enam kali beruntun merupakan kerja keras seluruh pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

"Kami sangat mengapresiasi kerja keras ini semoga kedepannya dapat dipertahankan dan bisa memberikan pelayanan yang jauh lebih baik dan transparan. Kami akan selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat apalagi yang menyangkut dalam pengelolaan keuangan," katanya.

Terkait penyusunan dan penyajian LKPD, Pemkab Badung mengatakan tetap melaksanakan dan mengikuti regulasi yang ada.

"Kami Pemkab Badung selalu mendapat pembinaan dari BPK RI Perwakilan Bali terkait LKPD ini untuk menghindari terjadinya permasalahan dikemudian hari karena kami ingin berbuat sesuatu yang baik dan benar serta siap menjadi contoh di Indonesia," pungkasnya.

(prf/ega)