TGPF Yakinkan Keluarga, Jenazah Pendeta Yeremia Diautopsi di RS Independen

Tiara Aliya - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 15:10 WIB
Benny Mamoto
Benny Mamoto (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penembakan Intan Jaya menyampaikan hasil investigasi kepada Menko Polhukam Mahfud Md. TGPF mengatakan dapat meyakinkan keluarga Pendeta Yeremia Zanambani untuk jenazah diautopsi di rumah sakit (RS) independen.

"Bahwa perlu kami sampaikan juga, progres terkini, bahwa ketika kita berhasil meyakinkan keluarga mau tanda tangan BAP (berita acara pemeriksaan), mau memberikan izin untuk autopsi," kata Ketua TGPF Intan Jaya Benny Mamoto saat konferensi pers di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2020).

TGPF mengungkapkan alasan mengapa autopsi dilakukan di RS independen. Hal itu berdasarkan permintaan keluarga dan telah dikirim surat ke RS tersebut.

"Penyidik telah menindaklanjuti dengan mengirim surat kepada rumah sakit independen, saya katakan independen, karena ini syarat dari keluarga," ungkap Benny.

Kini TGPF tengah menunggu respons dari RS independen itu untuk selanjutnya membahas mengenai teknis pelaksanaannya. Namun TGPF tak menyebut nama RS tersebut.

"Sudah (kirim surat) kita tinggal menunggu nanti respons dan teknis pelaksanaannya. Kita sama-sama tunggu," jelasnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md membentuk TGPF kasus penembakan di Intan Jaya atas permintaan Presiden Jokowi yang merespons surat dari Persekutuan Gereja Injil Indonesia (PGII) atas pembunuhan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani pada Sabtu (19/9).

TGPF Intan Jaya juga dibentuk untuk menyelidiki terkait rentetan penembakan yang terjadi di Intan Jaya. TGPF sudah berada di Timika sejak Rabu (7/10). Mereka lalu bergerak ke Sugapa guna mencari fakta-fakta penembakan yang menewaskan 2 anggota TNI, 1 warga sipil, dan 1 pendeta itu.

(rfs/jbr)