Tengah Malam di Papua, TNI Gagalkan Penyelundupan Ganja dari Papua Nugini

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 14:09 WIB
TNI menggagalkan penyelundupan 14 paket ganja dari Papua Nugini menuju Papua. (Dok. Penkostrad).
Foto: TNI menggagalkan penyelundupan 14 paket ganja dari Papua Nugini menuju Papua. (Dok. Penkostrad).
Papua -

TNI menggagalkan penyelundupan 14 paket ganja dari Papua Nugini menuju Papua. Empat belas paket ganja itu dibawa masyarakat.

Dansatgas Pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini, Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, menjelaskan awal mula pengungkapan penyelundupan 14 paket ganja itu. Dalam press rilisnya di Gedung Keuangan Negara, Jayapura, Selasa (20/10/2020).

"Pada akhir-akhir ini marak terjadi penyelundupan ganja yang berasal dari negara PNG. Pada hari Minggu sore, saya perintahkan Danpos Kout Kapten Inf Hervin Rahadian Jannat untuk melakukan sweeping," ujar Mayor Inf Anggun.

Menerima perintah Dansatgas, Kapten Inf Hervin Rahadian Jannat selaku Wadansatgas segera menyiapkan personelnya, termasuk menghubungi pihak Bea dan Cukai Jayapura.

"Tepat pada pukul 00.00 WIT dini hari, kami beserta tim gabungan melaksanakan aksi pemeriksaan dengan sasaran kendaraan roda dua dan empat. Pada pukul 00.45 WIT, Tim menghentikan dan memeriksa sebuah mobil APV warna hitam. Kami yang langsung memimpin pemeriksaan tersebut terkaget karena mendapati empat belas paket ganja kering siap edar," ungkap Kapten Inf Hervin Rahadian Jannat.

"Selanjutnya kami bersama pihak Bea dan Cukai Jayapura mengamankan barang tersebut beserta pemiliknya dengan inisial MM, OM dan NM," tambah Kapten Inf Hervin Rahadian Jannat.

TNI menegaskan tugas pokok mereka yakni menjaga keamanan. Mencegah peredaran narkoba juga salah satu tugas mereka.

Sementara itu, Kepala Bea dan Cukai Jayapura Bapak Albert Simorangkir menyebut narkotika dan sejenisnya adalah musuh bersama. "Kami mengajak kepada rekan-rekan semua untuk bersama melawan narkotika dengan cara menghindarinya karena barang tersebut dapat merusak generasi bangsa Indonesia," tutur Simorangkir.

(gbr/tor)