Progres Proyek Pelabuhan Marunda Baru Mencapai 50%, Ini Harapan KCN

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 07:15 WIB
KCN
Foto: detikcom-Kunjungan Pansus KBN ke Pelabuhan Marunda
Jakarta -

Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN) Widodo Setiadi menyebutkan proyek pembangunan Pelabuhan Marunda tetap berjalan. Namun, progres secara keseluruhannya hingga kini baru mencapai setengahnya dari rencana yang diharapkan.

"Kalau kita lihat, sekarang ini dari keseluruhan hampir 50% karena kan dari pembangunan 5350 Meter panjang Dermaga dan 100 hektare supporting area, sekarang yang sudah jadi supporting areanya kan 48 hektare, kurang lebih 48% dari total 100%," ujarnya di Pelabuhan Marunda, Cilincing Jakarta Utara, Selasa (20/10/2020).

Dia menuturkan 5.350 meter merupakan total panjang pembangunan dermaga Pier 1, 2 dan 3 dengan luas lahan pendukung yakni 100 hektare. Pembangunan Pier 2 dan Pier 3 merupakan kelanjutan dari pembangunan Pier 1 di lahan pendukung seluas 20 hektare dari 42 hektare dan Pier 1 panjangnya 1.950 meter.

"Nantinya, Pier 1 bisa menampung 30% aktivitas bongkar muat barang curah seperti pasir, semen dan bahan-bahan baku infrastruktur lain. Pier 1 bisa menampung sekitar 50 kapal dengan masing-masing kapasitas sebesar 30 sampai 50 ton," ungkapnya.

"Lalu kalau dari 5350 meter sekarang kan yang sudah terbangun sampai Pier 2 35% itu kira-kira ya sudah hampir 50%, tapi belum bisa operasional untuk yang di Pier 2, hanya pier 1 saja sudah operasional," imbuhnya.

Widodo berharap sebagai perwakilan dari swasta pihaknya ingin bisa merampungkan pembangunan Pelabuhan Marunda ini dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan, sehingga operasional keseluruhan bisa berjalan.

"Sebetulnya kalau dari swasta harapan kami, saya kebetulan Dirut KCN perwakilan swasta, tentu sebagai KCN kami ingin punya target, kalau kita mengikuti dulu rencana awal, kan 6 tahun Pier 1 2 3 harus selesai. Tapi karena adanya dispute lalu adanya gugatan, ada segala macam yang terjadi panjang, ini akhirnya kan jadi panjang. Kalau kami diberi kesempatan kami ingin menyelesaikan ini dalam 3-4 tahun ke depan ini harus pier selesai," harapnya.

"Karena kalau ini selesai akan memberi kontribusi ke negara, atau semua pihak lah baik, ke negara, KBN, Pemprov DKI, KTU sebagai swasta, maupun ke semua pihak yang multiplier effect-nya bisa dirasakan," pungkas Widodo.

Sebagai informasi, nilai investasi pembangunan Pier 2 dan 3 Pelabuhan Marunda menelan biaya sebesar Rp 9 triliun dan ditargetkan rampung pada 2023. Jika Pier 1, 2, dan 3 rampung dibangun, KCN bisa melakukan bongkar muat sebesar 7.500 ton dalam satu waktu.

Secara tahunan, pelabuhan yang dikelola KCN bisa menampung kapasitas kapal dan aktivitasnya sebesar 35-40 juta ton

(ega/ega)