Surat Asy Syams, Tafsir, Latin, dan Terjemahannya

Tim hikmah detikcom - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 15:30 WIB
ilustrasi gerhana matahari total maratua
Foto: Zaki Alfarabi/Surat Asy Syams, Tafsir, Latin, dan Terjemahannya
Jakarta -

Surat asy-Syams terdiri dari 15 ayat. Asy Syams artinya matahari yang diambil dari ayat pertama.

Ayat-ayat surat Asy Syams turun sebelum Nabi berhijrah ke Madinah seperti disebut dalam Tafsir Al Misbah jilid 15 oleh Dr M Quraish Shihab. Ini berarti surat Asy Syams adalah surat Al Makkiyyah.

Imam Bukhari menamai surat Asy Syams sebagai surah Wa asy-Syams Wa Dhuhaha. Hal ini sesuai bunyi ayat pertama surat itu.

Sedangkan tafsir surat Asy Syams yakni berdasarkan ulama Thabathaba'i, surat ini mengingatkan bahwa kebahagiaan manusia adalah dengan menyucikan dan mengembangkan dirinya dengan pengembangan yang baik serta menghiasinya dengan ketakwaan dan menghindarkannya dari segala kedurhakaan.

Sebaliknya, ketidakberhasilan meraih sukses adalah dengan memendam potensi positif itu. Ini dibuktikan oleh surat ini dengan pengalaman pahit generasi terdahulu.

Berikut Surat Asy Syams Arab, Latin, dan Terjemahannya:


١- وَالشَّمْسِ وَضُحٰىهَاۖ

wasy-syamsi wa ḍuḥāhā

Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari,

٢ - وَالْقَمَرِ اِذَا تَلٰىهَاۖ

wal-qamari izā talāhā


demi bulan apabila mengiringinya,

٣- وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰىهَاۖ

wan-nahāri izā jallāhā


demi siang apabila menampakkannya,

٤- وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىهَاۖ

wal-laili izā yagsyāhā


demi malam apabila menutupinya (gelap gulita),

٥- وَالسَّمَاۤءِ وَمَا بَنٰىهَاۖ

was-samā`i wa mā banāhā

demi langit serta pembinaannya (yang menakjubkan),

٦- وَالْاَرْضِ وَمَا طَحٰىهَاۖ

wal-arḍi wa mā ṭaḥāhā

demi bumi serta penghamparannya,

٧- وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ

wa nafsiw wa mā sawwāhā

demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya,

٨- فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ

fa al-hamahā fujụrahā wa taqwāhā


maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,

٩- قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ

qad aflaḥa man zakkāhā


sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu),

١٠ - وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ

wa qad khāba man dassāhā


dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.

١١- كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِطَغْوٰىهَآ ۖ


kazzabas samudu bitagwāhā


(Kaum) samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas (zalim),

١٢- اِذِ انْۢبَعَثَ اَشْقٰىهَاۖ

izimba'asa asyqāhā

ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,

١٣- فَقَالَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ نَاقَةَ اللّٰهِ وَسُقْيٰهَاۗ

fa qāla lahum rasulullāhi nāqatallāhi wa suqyāhā


lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka, "(Biarkanlah) unta betina dari Allah ini dengan minumannya."

١٤- فَكَذَّبُوْهُ فَعَقَرُوْهَاۖ فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْۢبِهِمْ فَسَوّٰىهَاۖ

fa kazzabụhu fa 'aqaruhā fa damdama 'alaihim rabbuhum bizambihim fa sawwāhā


Namun mereka mendustakannya dan menyembelihnya, karena itu Tuhan membinasakan mereka karena dosanya, lalu diratakan-Nya (dengan tanah),

١٥- وَلَا يَخَافُ عُقْبٰهَا ࣖ


wa lā yakhāfu 'uqbāhā

dan Dia tidak takut terhadap akibatnya.


Sementara itu, yang dapat dipetik hikmah dari surat Asy Syams yakni melakukan aneka kebajikan dan menghindari keburukan-keburukan. Hal itu ditekankan dengan aneka sumpah yang menyebut sekian macam hal, agar manusia memperhatikannya, guna mencapai tujuan tersebut. Sebab kalau tidak, mereka terancam mengalami bencana sebagaimana yang dialami oleh generasi terdahulu.

(nwy/erd)