Setahun Jokowi-Ma'ruf

Setahun Jokowi-Ma'ruf, Ini 5 Poin dalam Laporan Tahunan KSP

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 10:04 WIB
Presiden Joko Widodo memimpin Sidang Kabinet Paripurna pertama di Istana Merdeka. Wakil Presiden dan para menteri Kabinet Indonesia Maju turut hadir di sana.
Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin (Foto: Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay)

Capaian 5 arahan strategis untuk menuju masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur juga dimuat dalam bab ini. Berikut capaian tersebut.

1. Sumber Daya Manusia (SDM)

Pertama yakni mengenai sumber daya manusia (SDM). KSP melaporkan program-program pemerintah dalam membentuk manusia tangguh untuk mempersiapkan anak-anak Indonesia agar mampu menjawab pertarungan global.

"Membentuk manusia tangguh Indonesia, harus dari masa dalam kandungan hingga anak usia sekolah. Sebuah periode emas pertumbuhan ke depan. Hindarkan dari stunting, kematian ibu dan anak. Ekosistem pendidikan yang menyehatkan fisik dan mental juga disiapkan. Begitupun sekolah vokasi. Orang-orang bertalenta juga perlu difasilitasi. Penciptaan ekosistem lapangan kerja harus membuatnya kian berdaya saing, kreatif, inovatif, serta sehat dan bahagia," tulis laporan itu.

2. Infrastruktur dan Energi

Kemudian kedua, capaian Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf dalam infrastruktur dan energi yang tetap berkeadilan. Dalam laporan itu, meski beberapa pembangunan infrastruktur tertunda akibat pandemi COVID-19, namun pemerintah terus mengejar investasi infrastruktur ke angka 70 persen yang merupakan standar global minimal.

"Pemerintah melakukan refocusing dan realokasi anggaran dengan prioritas pada penanganan dampak COVID-19. Kebijakan energi berkeadilan tetap menjadi perhatian utama. Di mana setiap masyarakat Indonesia mempunyai akses yang sama terhadap energi," lanjutnya.

3. Transformasi Ekonomi

Ketiga, mengenai capaian terkait transformasi ekonomi. Tahun 2020 ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 5,3 persen.

"Angka ini jauh lebih baik dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, bahkan di antara negara G-20. Indonesia berada di peringkat ketiga di bawah Tiongkok dan Korea Selatan. COVID-19 berdampak pada 3,5 juta pekerja terkena PHK atau dirumahkan. Pengangguran naik menjadi 10,4 juta orang. Angka kemiskinan meningkat menjadi 26,42 juta orang, terutama di perkotaan," tulis laporan itu.

4. Reformasi Birokrasi dan Regulasi

Capaian keempat mengenai reformasi birokrasi dan regulasi. Dilaporkan, pemerintahan Jokowi-Ma'ruf terus berupaya melakukan reformasi birokrasi terutama dalam hal kecepatan pelayanan dan pemberian izin. Salah satunya adalah penyederhanaan regulasi seperti Undang-Undang Cipta Kerja.

"Struktur organisasi perlu disederhanakan menjadi fungsional sesuai kompetensi. Birokrasi bersih, pemangkasan izin, penyelamatan keuangan negara menjadi strategi nasional pencegahan korupsi. Reformasi Birokrasi dilakukan seiring dengan Reformasi Regulasi. Penyederhanaan regulasi di
antaranya melalui Undang-Undang Cipta Kerja," lanjutnya.

5. Indonesiasentris

Terakhir, capaian terkait Indonesiasentris. Untuk meneguhkan kembali Indonesiasentris, Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf terus membangun segala sektor di pelosok tanah air hingga terwujudnya keadilan yang merata.

"Daerah pinggiran menjadi prioritas. Papua, Papua Barat, dan kawasan timur Indonesia kini menjadi perhatian utama. Presiden bahkan menunjuk Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin sebagai Ketua Dewan Pengarah Percepatan Pembangunan Papua. Ada banyak daerah tertinggal di seluruh tanah air yang perlu segera dibangun agar tidak terjadi kesenjangan antarwilayah. Bukan hanya pembangunan fisik tapi juga pembangunan mental. Pemerintah ingin memastikan pembangunan merata di semua wilayah. Negara harus hadir untuk memastikan terwujudnya Indonesiasentris," tulis laporan itu.


(mae/fjp)