Setahun Jokowi-Ma'ruf

Setahun Jokowi-Ma'ruf, Ini 5 Poin dalam Laporan Tahunan KSP

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 10:04 WIB
Presiden Joko Widodo memimpin Sidang Kabinet Paripurna pertama di Istana Merdeka. Wakil Presiden dan para menteri Kabinet Indonesia Maju turut hadir di sana.
Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin (Foto: Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta -

Hari ini, tepat setahun lalu, Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI. Kantor Staf Kepresidenan (KSP) pun merilis laporan tahunan terkait program kerja Jokowi-Ma'ruf Amin selama satu tahun.

Laporan tahunan tersebut disampaikan KSP melalui situs resminya ksp.go.id. Laporan tahunan itu dipublikasikan dengan judul 'Laporan Tahunan 2020 Bangkit Untuk Indonesia Maju'.

"Pada periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, tradisi laporan tahunan diteruskan. Laporan ini memberikan kesempatan seluruh pemangku kepentingan yang ingin mendapatkan perspektif lebih utuh tentang program-program pemerintah yang berasal dari visi-misi Presiden," tulis KSP, seperti dilihat detikcom, Selasa (20/10/2020).

KSP mengungkapkan, pandemi COVID-19 turut mempengaruhi program kerja dan rencana Jokowi. Namun ditegaskannya, Jokowi tidak pernah mengabaikan janji-janjinya kepada rakyat Indonesia.

"Presiden tidak pernah mengabaikan janjinya. Meski laju pertumbuhan ekonomi sempat tersendat, tapi Presiden tetap memegang visi mewujudkan lima arahan strategis menuju masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur," lanjut KSP.

"Refocusing dan realokasi anggaran memprioritaskan program dan penanganan di bidang kesehatan, pemulihan sosial dan ekonomi, terutama untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta Koperasi. Namun lima arahan pembangunan tetap menjadi pilar bagi Visi Indonesia 2045 demi memastikan Indonesia menjadi negara maju," sambungnya.

Dalam laporan yang dirilis, ada 2 bagian yang dilaporkan. Bagian pertama yakni 'Kolaborasi Hadapi Pandemi'. KSP menjelaskan mengenai perkembangan dan penanganan COVID-19 di Indonesia.

"Indonesia langsung mengantisipasi kemungkinan terburuk. Kampanye protokol kesehatan mulai digiatkan: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Di saat bersamaan pemerintah menyiapkan ketersediaan alat tes dan melakukan pelacakan. Sekaligus memastikan ketersediaan rumah sakit dan kesiapan tenaga medis," demikian tertulis dalam laporan tahunan.

Sementara, bagian kedua merupakan 'Pulih dan Bergerak Maju'. Dalam bab 'Kerja Keras Membajak Krisis', laporan ini membahas mengenai kerja keras pemerintah mencapai kemajuan demi menjadikan Indonesia Negara Maju.

"Kerja keras mencapai kemajuan adalah demi menjadikan Indonesia Negara Maju. Tekad itu sudah bulat, puguh. Tak akan surut nyali menghadapinya. Apapun halangannya. Waktunya singkat, 2045 sudah dekat. Tahun pertama periode pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menjadi bagian dari proses menuju Indonesia satu abad. Tak ada pilihan lain, mau tak mau, suka atau tidak suka, Indonesia harus membajak krisis sebagai sebuah momentum untuk melompat maju," lanjutnya.