Soal Kepala Daerah Tenang Fasum Dirusak, NasDem-Gerindra Bela Anies

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 07:52 WIB
Anies Baswedan saat meninjau Grand Theater Senen yang terbakar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: (Wilda Nufus/detikcom).
Jakarta -

PDIP heran dengan kepala daerah yang tenang-tenang saja saat fasilitas umum (fasum) dirusak oleh kelompok anarkis saat demo. NasDem DKI Jakarta menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan langkah yang persuasif dalam menangani massa demo di Ibu Kota.

"Setiap kepala daerah memang harus tegas tapi juga harus mampu secara persuasif menenangkan, mengendalikan suatu gerakan rakyat ataupun kelompok yang sedang ricuh ataupun berpotensi seperti itu," kata Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino kepada wartawan, Senin (19/10/2020).

"Rakyat atau kelompok demonstran yang marah dapat ditenangkan dan dikendalikan agar tidak meluas. Apa yang dilakukan Gubernur DKI kemari sudah tepat," sambungnya.

Wibi menyadari fasilitas publik memang dirusak oleh para perusuh dan menimbulkan kerugian. Namun, dia menilai Anies mampu mengendalikan kondisi saat menemui massa.

"Fasilitas memang rusak, tapi itu bisa dibangun dan diperbaiki walaupun memang merugikan kita semua. Tapi kondisi ricuh dapat meluas. Apa yang terpenting adalah secara persuasif kondisi dapat dikendalikan," tuturnya.

Senada dengan Wibi, Bendahara Fraksi NasDem DPRD DKI, Ahmad Lukman Jupiter menilai langkah Anies menemui massa di Bundaran Hotel Indonesia, dapat meredam amarah. Dia menilai amarah tidaklah menyelesaikan masalah.

"Saya juga sangat mengapresiasi ketika Pak Anies mau turun ke jalan di masa pandemi seperti ini ketika turun beliau sangat rentan terpaparnya virus Corona, kemudian tidak ada social distancing, mereka juga dari pagi sampai malam," kata Jupiter saat dihubungi terpisah.

"Jadi saat meredam yang dilakukan aksi saat demo itu begitu massa, ya mungkin menurut saya dia bisa mengontrol dalam emosinya itu. Karena bagaimanapun saya pernah mengalami, kami walaupun sebagai wakil rakyat ketika kami turun melihat kondisi begitu banyaknya orang kita mau marah pun menurut saya udah nggak bisa. Bukannya nggak mau," tuturnya.

Jupiter mengatakan massa harus ditenangkan, sehingga situasi bisa mencair. Dia menilai marah kepada massa aksi bukan langkah yang tepat.

"Jadi memang dalam hal ini kondisi juga di lapangan untuk membuat ketenangan, perasaan mereka agak lebih sejuk, karena mereka sudah capek, kalau ditambah marah-marah lagi menurut saya bukan jalan yang baik untuk menenangkan kondisi di mana lagi emosional juga," sebut Jupiter.

Selanjutnya
Halaman
1 2