PDIP DKI: Tak Usah Ribut Soal Istilah Atasi Banjir, Anies Nggak Ada Eksekusi

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 05:18 WIB
Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono.
Ketua F-PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono (Foto: Dok. istimewa)
Jakarta -

PDIP DKI Jakarta tidak menyoal narasi Gubernur Anies Baswedan soal penanganan banjir di Ibu Kota yang disoroti ahli hidrologi dari Universitas Indonesia (UI). PDIP menilai istilah itu tak usah diributkan, namun PDIP menagih Anies untuk menjalankan programnya untuk mengatasi banjir itu.

"Sebetulnya kan memang kalau runutan dari kampanye Pak Anies selama ini melihat bahwa penanganan banjir di DKI Jakarta salah urus. Kenapa salah urus? Karena air yang datang dari atas itu harus kita masukkan ke dalam perut bumi. Itu kan bahasa Pak Anies. Caranya bagaimana, melalui drainase vertikal. Itu konsep Pak Anies begitu," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono kepada wartawan, Senin (19/10/2020).

"Maka yang namanya normalisasi itu salah karena itu sama dengan betonisasi. Itu bahasa Pak Anies begitu. Maka Pak Anies punya konsep lain, yaitu naturalisasi, dibuat natural," sambungnya.

Gembong menilai teknis naturalisasi tidak bisa diterapkan sepenuhnya untuk mengatasi banjir. Sebab, kata dia, struktur tanah di Jakarta bervariasi.

"Nah pertanyaannya adalah, untuk daerah bertebing-tebing rasanya tidak mungkin dikembalikan ke naturalisasi itu. Ini kontur tanah kita berbeda-beda, ada perbukitan, ada landai," katanya.

Lebih lanjut, Gembong juga menanggapi pernyataan ahli hidrologi Universitas Indonesia (UI), Firdaus Ali, soal narasi Anies soal naturalisasi sungai untuk penanganan banjir di Ibu Kota yang dianggap menyesatkan. Gembong menekankan bahwa program naturalisasi Anies tidak ada yang dieksekusi.

"Apapun istilahnya bagi saya nggak ada masalah. Tetapi walaupun dalam konsepnya usulan dari Pakar UI itu menyalahkan, tetap bagi saya nggak masalah kalau itu dieksekusi. Faktanya baik normalisasi maupun naturalisasi tidak ada eksekusi sama sekali," kata dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2