Gugatan Dikabulkan PTTUN, Paslon Petahana Melenggang ke Pilbup Banggai

Reinhard Soplantila - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 19:24 WIB
Gugatan Herwin-Mustar dikabulkan PTTUN Makassar (Foto: Reinhar/detikcom)
Foto: Gugatan Herwin-Mustar dikabulkan PTTUN Makassar (Foto: Reinhar/detikcom)
Banggai -

Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makassar mengabulkan gugatan Herwin Yatim dan Mustar Labolo dalam sidang sengketa Pilkada. Dengan demikian, pasangan calon (paslon) petahana itu pun bisa melenggang ke Pilbup Banggai, Sulawesi Tengah.

Dikabulkannya gugatan Herwin-Mustar itu tampak dalam salinan putusan PTTUN Makassar. Sidang gugatan itu dipimpin oleh majelis hakim Oyo Sunaryo, didampingi oleh Bambang Priyambodo dan Fari Rustandi.

Dalam putusannya, majelis hakim juga membatalkan Surat Keputusan Nomor : 50/PL.02.3-Kpt/7201/KPU-Kab/IX/2020 Tentang Penetapan Bakal Calon Pasangan Calon Petahana Dengan Status Tidak Memenuhi Syarat Sebagai Peserta Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banggai Pemilihan Serentak Lanjutan Tahun 2020, tanggal 23 September 2020.

"Mewajibkan Tergugat untuk mencabut Surat Keputusan Nomor : 50/PL.02.3-Kpt/7201/KPU-Kab/IX/2020, Tentang Penetapan Bakal Calon Pasangan Calon Petahana Dengan Status Tidak Memenuhi Syarat Sebagai Peserta Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banggai Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banggai Pemilihan Serentak Lanjutan Tahun 2020, tanggal 23 September 2020," dikutip dari salinan putusan PTTUN Makassar, Senin (19/10/2020).

PTTUN Makassar juga memerintahkan kepada pihak KPU Banggai untuk menerbitkan surat keputusan untuk menetapkan Herwin-Mustar sebagai kontestan Pilkada Banggai.

"Memerintahkan Tergugat untuk menerbitkan keputusan tentang penetapan Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Ir. H. HERWIN YATIM, M.M. dan H. MUSTAR LABOLO sebagai Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banggai Pemilihan Serentak Pemilihan Lanjutan Tahun 2020," lanjutnya.

Terpisah, calon petahana Bupati Banggai, Herwin Yatim mengatakan kemenangannya merupakan kemenangan rakyat. Putusan PTTUN Makassar ini, menurutnya merupakan bentuk keadilan bagi dirinya.

"Saya kira ini bukti bahwa kami yang mengejar keadilan hari ini sudah kami dapatkan itu dan itu hak kami yang telah didzalimi oleh penyelenggara pemilu ini, harus jadi bukti contoh penyelenggara pemilu mendzalimi seseorang maka tempatnya pengadilan yang bisa memutuskan dengan baik dan objektif. Saya kira ini kemenangan rakyat," kata Herwin.

Herwin mengungkapkan, selanjutnya akan melanjutkan konsilidasi dan sosialisasi ke masyarakat di Kabupaten Banggai. "Sebenarnya bagian dari konsilidasi sejak tahun pertama saya jadi kepala daerah, ini bukti bahwa hukum harus ditegakkan terhadap pendzaliman kami ini yang perlu diketahui mereka sebagai penyelanggara pemilu. Tidak ada kata terlambat untuk sosialisasi, karena ini bagian upaya pendzaliman kami," tuturnya.

Herwin juga menduga ada pihak yang sengaja ingin menjegal langkahnya di Pilkada Banggai. Sebab, kata dia, survei masih terus mengunggulkan dirinya kembali menjabat sebagai Bupati.

"Kami sudah bekerja sebagai Bupati empat tahun, sebelumnya saya Wakil Bupati apa yang saya ragukan tapi karena saya hasil survey kami terlalu tinggi jadi mungkin itu titipan pesan yang harus tentu diselidiki aparat oleh penyelanggara aparat yang seperti ini," tambah Erwin.

Sementara, KPU Banggai masih belum menentukan langkah selanjutnya terkait putusan ini. Hingga kini, tim kuasa hukum masih menunggu hasil keputusan yang diambil oleh para komisioner KPU Banggai.

"Untuk sementara belum ada langkah-langkah. Mereka (komisioner KPU Banggai) masih pikir-pikir, belum ada kejelasan dari mereka apa akan melakukan kasasi," kata Kuasa Hukum KPU Banggai, Muhammad Sholeh.

Sebelumnya, langkah Herwin Yatim dan Mustar Labolo sempat kandas untuk kembali maju ke Pilbup Banggai. Hal itu lantaran KPU mendiskualifikasi paslon petahana tersebut karena dianggap melakukan pelanggaran administratif yaitu melantik pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Banggai, enam bulan sebelum masa pemilihan.

(mae/mae)