Rangga Sempat Bilang 'Mak Abang Sakit' ke Ibu Usai Dibacok

Datuk Haris Molana - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 18:37 WIB
Ayah kandung Rangga, Fadly, saat ditemui di Medan (Datuk-detikcom)
Foto: Ayah kandung Rangga, Fadly, saat ditemui di Medan (Datuk-detikcom)
Medan -

Bocah di Aceh, Rangga (9), tewas dibacok saat mencegah ibunya, DA (28), diperkosa oleh Samsul Bahri (41). Rangga disebut sempat mengutarakan kesakitan usai dibacok.

"Gimana anak saya menahan rasa sakit itu. Gimana sakitnya saat ditebas itu dan dia sempat ngomong terakhir sebelum meninggal itu sama mamaknya, 'Mak, abang sakit'. Dia cuma bilang itu, nggak nangis, nggak apa habis itu dia mungkin udah sakratulmaut," ujar ayah kandung Rangga, Fadly, di Medan, Senin (19/10/2020).

Fadly mengatakan dirinya dan DA sudah bercerai sekitar 2 tahun. Setelah itu, DA disebutnya menikah lagi dan tinggal di Aceh.

DA kemudian membawa Rangga pada awal Oktober 2020 untuk tinggal dan bersekolah di sana. Namun, peristiwa sadis terjadi pada Sabtu (10/10) dini hari.

Rangga tewas saat mencegah DA diperkosa oleh tetangga mereka sendiri, Samsul. Polisi menyebut Rangga tewas setelah dibacok. Ada sepuluh luka tusuk pada jasad Rangga yang ditemukan mengambang di sungai.

Polisi juga mengungkap Samsul memerkosa DA berulang kali setelah membunuh Rangga. DA kemudian kabur dari semak-semak setelah berhasil melepas ikatannya.

Kembali ke Fadly, dia mengatakan dirinya langsung pergi ke Aceh setelah mendapat kabar duka tersebut. Fadly juga sempat melihat mayat anaknya dan ikut tahlilan.

"Masih sempat ngomong. Itulah disuruh sama mamaknya buat lari. Dia nggak lari juga. Dia tetap bertahan," tutur Fadly.

Kini, Samsul yang sudah ditangkap dan menjadi tersangka juga telah meninggal dunia. Samsul ditemukan tewas dalam selnya pada Sabtu (17/10) malam.

Dia disebut sempat mengalami sesak sebelum tewas. Polisi menyebut pihak keluarga tak mengizinkan jasad Samsul diautopsi.

(haf/idh)