Polisi Gagalkan Penyelundupan Narkoba Senilai Rp 1,5 M di Samarinda

Suriyatman - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 18:05 WIB
Kasat Satreskoba Polresta Samarinda, AKP Andhika Dharma Sena.
Kasat Satreskoba Polresta Samarinda, AKP Andhika Dharma Sena. (Foto: Suriyatman/detikcom)
Samarinda -

Polisi menggagalkan penyelundupan narkoba senilai 1,5 miliar di Kota Samarinda. Empat orang pengedar narkoba ditangkap.

Kasat Satreskoba Polresta Samarinda, AKP Andhika Dharma Sena mengatakan dari penangkapan ini diamankan 1.000 butir inex dari Malaysia. Penyelundupan menggunakan ekspedisi barang resmi yang diambil pelaku di kantor ekspedisi tersebut.

"1.000 butir inex asal Malaysia ini dikirimkan menggunakan jasa perusahaan ekspedisi barang resmi dan kemudian diambil oleh pelaku di kantor ekspedisi itu kemudian diantarkan ke pelaku lainnya di sebuah SPBU yang terletak tidak jauh dari kantor DPRD Kaltim, yang saat itu sedang ada aksi mahasiswa melakukan penolakan Omnibus low," kata Sena, kepada wartawan, Senin (19/10/2020).

Sena narkoba yang bakal diedarkan itu senilai Rp 1,5 miliar. Empat pelaku yang diamankan yakni HS (39), TS (40), PS (40) dan HR (34). Keempatnya diciduk di lokasi yang berbeda.

"Jadi, terkait pengiriman barang ini, pelaku HS langsung komunikasi dengan saudara Cence yang berada di Penang, Malaysia. Kemudian barang ini dititipkan sementara kepada TS, sampai nanti akhirnya diedarkan di Samarinda. Sementara, untuk peran mereka ini sebagai kurir," jelasnya.

Sena juga menjelaskan, terungkapnya penyelundupan narkoba ini berawal dari transaksi narkoba di sebuah hotel di Jalan S Parman Samarinda pada Selasa (13/10/2020) sekitar pukul 18.15 Wita. Dari situ polisi menangkap HS di kamar hotel.

Polisi langsung melakukan penggeledahan dan ditemukan satu bungkus rokok di dalam sebuah tong sampah yang berisi satu paket inex berjumlah 98 butir dengan berat 36,26 gram netto. Polisi juga menemukan uang Rp 2,2 juta di dalam kotak ponsel pintar.

Dari keterangan HS, polisi mendapat nama lain yakni TS yang berada di kawasan Sungai Kunjang, tepatnya di sebuah bengkel. Sekitar pukul 19.25 Wita TS ditangkap dan menemukan sebuah spakbor motor dibalut plastik berisi satu lembar kemasan makanan ringan asal Malaysia. Isinya didapati 100 butir inex, seberat 37 gram.

Selain itu ditemukan juga satu buah kantong kresek warna hitam berisi 9 poket inex sebanyak 802 butir, dengan berat 296,74 gram dan satu bandel plastik serta satu buah handphone lipat.

Dari penangkapan HS dan TS berkembang lagi sampai akhirnya ditangkap pelaku PS dan HR di Jalan Juanda. Didapati 29 butir inex serta paketan sabu.

"Total barang bukti yang diamankan sebanyak 928 butir, dari empat tersangka," jelasnya.

Saat ini polisi masih memburu dua pelaku lainnya yang diduga masih berada di Samarinda. Kini akibat perbuatan para pelaku terancam melanggar Pasal 111, 112 UU No 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan Narkoba dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

(idn/idn)