Cerita Istri Pimpinan KPK Nurul Ghufron soal Polemik Mobil Dinas

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 17:48 WIB
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron buka suara terkait polemik anggaran mobil dinas jabatan. Dia bahkan meminta publik untuk mampir langsung ke kediamannya.
Foto: Rumah kontrakan Nurul Ghufron (Wilda Hayatun Nufus/Detikcom).
Jakarta -

Aisyah, istri Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, berbicara mengenai polemik mobil dinas yang dianggarkan untuk para pimpinan KPK. Aisyah menyebut hal itu merupakan hak pejabat publik.

Awalnya Aisyah bercerita bahwa suaminya masih menggunakan mobil pribadi. Aisyah menyebut fasilitas mobil dinas untuk pejabat struktural KPK memang belum ada saat ini.

"Pulang bawa mobil sendiri, kan dari ini KPK emang tidak ada mobil," kata Aisyah kepada wartawan di rumahnya di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin (19/10/2020).

Aisyah mengaku tak mempermasalahkan jika akhirnya mobil dinas itu mendarat di rumahnya. Aisyah pun sudah mendengar kabar pengadaan mobil dinas itu.

"Saya sih terserah ini ya, memang harusnya kan memang ada katanya kan, cuma kan selama ini masih belum, kayanya di KPK belum ada, tapi dengar-dengar kan mau ada," tutur Aisyah.

Aisyah mengatakan fasilitas mobil dinas merupakan hak pejabat publik. Dia pun menyebut Ghufron pernah mendapat fasilitas mobil dinas di tempat kerja sebelumnya.

"Kan tidak mungkin dikasih tapi itu kan hanya fasilitas saja, ya tidak apa-apa emang haknya karena dulu pun Bapak sebelum kerja di sini dia menjabat juga kan di sana, ada fasilitas mobil walaupun kami sendiri-sendiri juga punya mobil karena kan sebelum menjabat pun juga kerja, sama-sama kerja," katanya.

Menurut Aisyah, sudah selayaknya pejabat publik yang mengemban tanggung jawab mendapat fasilitas tersebut. Kendati demikian, Aisyah menyebut tak mau ikut campur terkait polemik ini.

"Jadi kalaupun dikasih menurut saya ya memang sudah sesuatu yang seharusnya bukan hal yang apa ya, ya masa sih sekelas pejabat yang levelnya tanggung jawab di bawahnya saja ada di mana-mana kan ya, bukan ada, dalam arti memang fasilitas yang seharusnya. Saya tidak ikut berpolemik kalau masalah ini ya, cuman kan orang kan kalau saya sih ya karena pimpinan di tempat saya saja ya semua ada fasilitas ini ya itu lho," ucapnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, mobil jabatan untuk Ketua KPK dianggarkan sebesar Rp 1,45 miliar. Sedangkan untuk 4 Wakil Ketua KPK, masing-masing dianggarkan Rp 1 miliar. Spesifikasinya mobil 3.500 cc.

Sementara itu, untuk mobil jabatan 5 Dewas KPK, masing-masing dianggarkan Rp 702 juta sehingga totalnya Rp 3,5 miliar lebih. Anggaran mobil Rp 702 juta itu juga disiapkan untuk 6 pejabat eselon I KPK. Selain itu ada pula anggaran mobil dinas jabatan untuk eselon II di KPK.

Menengok Rumah Kontrakan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron:

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/gbr)