Bertemu Tokoh Agama, Denny Indrayana Ungkap Alasan Maju Pilgub Kalsel

M Risanta - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 15:47 WIB
Denny Indrayana saat berkampanye di Kalsel (Foto: dok Istimewa)
Foto: Denny Indrayana saat berkampanye di Kalsel (Foto: dok Istimewa)
Banjarmasin -

Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Denny Indrayana maju di Pilgub Kalimantan Selatan (Kalsel). Denny mengungkapkan, kondisi Kalsel saat ini menjadi alasannya mencalonkan diri.

Hal itu disampaikan Denny saat bertemu tokoh agama kota Pelaihari, Tanah Laut, Tuan Guru Muhammad Noor. Denny mengaku bertekad maju untuk memperbaiki Kalsel.

"Meninggalkan kenyamanan di Jakarta, teman teman bilang apa yang saya lakukan kurang tepat. Apalagi bertarung di Kalsel melawan kekuatan modal besar. Tapi melihat kondisi di Banua semakin hari, hati seperti berontak. Ini alasan untuk maju. Maka bismillah saya teguhkan maju, bertekad amar ma'ruf nahi munkar saja agar jalan Kalsel kembali lurus untuk kemakmuran masyarakat," ungkap Denny kepada wartawan, Senin (19/10/2020).

Calon Gubernur Kalsel yang berpasangan dengan politikus Gerindra, Difriadi Darjad, itu mengungkapkan, berbagai tahapan telah dia lalui untuk bisa maju pada Pilkada 2020 ini. Menurutnya, perjuangan saat ini tinggal satu tahap lagi, yakni meyakinkan masyarakat untuk memilihnya demi menyelamatkan Kalsel.

"Dari modal niat membangun Banua, sampai akhirnya bisa meyakinkan sejumlah parpol untuk mengusung di Pilkada .Ini adalah momen kebenaran yang harus diraih. Bersama kita hijrah gasan banua," ujar Denny yang disokong Partai Gerindra, Demokrat, PPP, dan parpol lain seperti Hanura, Gelora, Garuda, Berkarya.

Denny mengatakan, saat ini banyak masyarakat yang mengeluhkan lesunya ekonomi dan sulitnya mencari lapangan kerja di Kalsel. Jika kelak terpilih memimpin Kalsel, dirinya mengaku akan memberikan perhatian khusus persoalan itu. Misalnya dengan mengalokasikan anggaran Rp 2 miliar per kecamatan untuk menggairahkan lagi nadi ekonomi rakyat.

Anggaran itu nantinya diperuntukkan bagi pinjaman modal usaha UMKM, pinjaman usaha pertanian dan perkebunan, hingga untuk pengembangan peternakan dan perikanan. Denny mengungkapkan, anggaran tersebut sangat diperlukan masyarakat, terutama dalam menghadapi masa pandemi COVID-19.

"Kita hitung-hitung anggaran Rp 2 miliar per kecamatan cukup. Meskipun pendapatan Kalsel tak terlalu berlebih, yakni sekitar Rp 6,7 triliun, bisalah itu dianggarkan. Sebab jika ada 156 kecamatan di Kalsel maka total anggaran yang diperlukan hanya sekitar Rp 312 miliar," kata Denny.

Rencana Denny Indrayana memajukan Kalsel pun diapresiasi Guru Muhammad Noor. Tokoh agama di Pelaihari ini mengaku sudah cukup lama mendengar tentang sosok Denny termasuk berbagai gebrakan yang dilakukan selama menjabat di pusat.

"Mudahan dengan prinsip amar ma'ruf nahi munkar, Haji Denny bisa terus istiqamah dalam perjuangan dan dikabulkan semua hajat-hajatnya," kata Noor.

Selain bertemu tokoh agama, Denny juga mengunjungi pasar di Kota Pelaihari. Dalam kunjungannya itu, salah satu warga, Slamet Yusuf berharap janji-janji kampanye Denny dapat terealisasi. Menurutnya, pengangguran di Kalsel menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi gubernur yang baru nantinya.

"Kami berharap kalau Pak Haji Denny terpilih tentu ini menjadi PR yang harus dilakukan. Apalagi sekarang pengangguran terbilang cukup banyak. Gubernur mendatang harus memikirkannya," ujar Slamet.

Harapan yang sama juga disampaikan Supiah, pedagang tradisional. Ia meminta Denny untuk memperhatikan pedagang jika kelak terpilih sebagai Gubernur Kalsel.

"Kami ingin diperhatikan, dan ada bantuan saat Corona ini. Semoga nanti Haji Denny bisa mewujudkan," harapnya.

(mae/mae)