Ada Masalah di Dharma Wanita, Kepala Imigrasi Polman Diminta Mundur

Abdy Febriady - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 15:38 WIB
Sejumlah warga di Polman menuntut Kepala Kantor Imigrasi Polman mundur karena ada masalah di internal Dharma Wanita (Abdy-detikcom).
Foto: Sejumlah warga di Polman menuntut Kepala Kantor Imigrasi Polman mundur karena ada masalah di internal Dharma Wanita (Abdy-detikcom).
Polman -

Kepala Kantor Imigrasi Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) Habiburrahman didemo sejumlah warta di kantornya. Habiburohman dituntut mundur dari jabatannya karena ada masalah internal dengan Dharma Wanita di Kantor Imigrasi Polman.

Kasus ini bermula saat salah satu anggota Dharma Wanita Imigrasi Polman atas nama Jaslipa terlibat masalah dengan istri Habiburrahman. Masalah kemudian terjadi saat Habiburrahman berusaha menengahi masalah tersebut.

Sejumlah warga di Polman yang mengatasnamakan Keluarga Besar Pitu Ulunna Salu (PUS) kemudian melakukan unjuk rasa karena menilai Habiburrahman telah berbuat tidak baik kepada Jaslipa. Massa dari Keluarga Besar PUS itu kemudian menggeruduk Kantor Imigrasi Polewali Mandar di Jalan Tritura, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Senin (19/10/2020).

"Ada 3 poin utama yang disampaikan Keluarga Besar Pitu Ulunna Salu. Yang pertama, permintaan maaf secara langsung kepada keluarga dan perwakilan aksi, yang kedua permintaan maaf yang dihadiri tokoh-tokoh adat, yang ketiga, surat pernyataan pengunduran diri yang sudah diiyakan oleh kepala kantor," ujar Koordinator Aksi Firmansyah kepada wartawan saat aksi.

Massa menilai Habiburrahman telah bersikap arogan kepada salah satu anggota Keluarga Besar PUS, yakni Jaslipa.

"Awalnya keluarga kami ibu Jaslipa memiliki masalah internal dengan istri kepala kantor imigrasi, namun Kepala Imigrasi justru bersifat arogan dengan mengusir ibu Jaslipa yang saat itu bermaksud meluruskan kasus tersebut," katanya.

Ditemui Terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Polewali Mandar Habiburrahman menyebut aksi yang memicu Keluarga Besar PUS merupakan masalah internal Dharma Wanita dan tidak ada hubungannya dengan masalah kantor.

"Masalah ini sebenarnya internal Dharma Wanita, tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan kantor," kata Habiburrahman di tempat terpisah.

Habiburrahman menjelaskan, pada tanggal 22 September lalu Jaslipa bersama suaminya bernama Tri Kuncoro yang menjabat sebagai Kasubag TU di Kantor Imigrasi Polewali Mandar menemuinya, Pertemuan itu bermaksud mengklarifikasi persoalan Dharma Wanita. Persoalan muncul ketika Habiburrahman memotong penjelasan Ibu Jaslipa, lantaran dianggap tidak dapat diselesaikan oleh kepala kantor.

"Karena saya sebagai manusia pasti punya kesalahan, saya tadi sudah minta maaf kepada pihak Ibu Jaslipa dan pak Tri (Tri Kuncoro), terkait tuntutan mereka," katanya.

Habiburrahman berharap masalah Dharma Wanita tersebut tidak melebar dan bisa diselesaikan sebaik-baiknya.

"Mudah-mudahan permasalahan ini tidak kemana-mana dan bisa diselesaikan dengan baik, apapun itu saya sebagai bawahan di sini, saya siap terkait dengan keputusan pimpinan terkait permasalahan ini," tuturnya.

(nvl/nvl)