PKB Minta Kejagung Evaluasi Kejari Jaksel soal Jamuan untuk 2 Jenderal

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 12:33 WIB
Jazilul Fawaid
Jazilul Fawaid (MPR)
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Jazilul Fawaid, menyoroti perihal 'jamuan' makan siang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) untuk dua jenderal tersangka kasus red notice Djoko Tjandra. Jazilul meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) mengevaluasi Kejari Jaksel.

"Saya percayakan kepada Kejagung untuk mengambil sikap atas peristiwa tersebut, agar Kejagung tidak pudar wibawanya. Lakukan introspeksi sekaligus evaluasi untuk perbaikan pelayanan yang adil," kata Jazilul kepada wartawan, Senin (19/10/2020).

Jazilul menegaskan bahwa prinsip kesetaraan di mata hukum harus dijunjung tinggi. Waketum PKB itu meminta agar prinsip tersebut selalu diterapkan.

"Saya belum lihat dan memastikan kebenaran fakta kejadian tersebut. Salah satu prinsip hukum itu equality before the law, perlakuan sama di depan hukum, praktikkan sesuai prosedur yang benar dan adil," terangnya.

Wakil Ketua MPR RI itu meminta pihak kejaksaan introspeksi. Introspeksi, menurut Jazilul, harus dilakukan demi menjaga kepercayaan publik terhadap kejaksaan.

"Harapan kami, kepada aparat penegak hukum, berhati-hatilah menjaga amanat dan jalankan dengan menjunjung tinggi keadilan. Bagi kita, khususnya Kejaksaan untuk introspeksi diri demi menjaga kepercayaan publik dan rasa keadilan di tengah masyarakat," papar Jazilul.

Namun Jazilul meminta pihak terkait tidak menyebarluaskan foto-foto perihal jamuan makan siang Kejari Jaksel. Itu agar tidak timbul kecurigaan dari publik.

"Kalau memang itu standar dan berlaku umum tidak masalah, namun sebaiknya foto-foto tersebut tidak diumbar ke publik, agar tidak menimbul kecurigaan dan spekulasi macam macam," imbau Jazilul.

Selanjutnya
Halaman
1 2