Gerindra Nilai Jamuan ke 2 Jenderal Tak Perlu Dibesarkan: Fokus ke Kasus

Zunita Putri - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 11:13 WIB
Juru bicara Partai Gerindra, Habiburokhman (Rahel Narda C/detikcom)
Anggota Komisi III DPR F-Gerindra, Habiburokhman (Foto: Rahel Narda/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR F-Gerindra, Habiburokhman, meminta masalah jamuan makan siang 2 jenderal Polri tersangka kasus red notice Djoko Tjandra tak dibesar-besarkan. Habiburokhman juga keberatan dengan istilah 'jamuan' terkait makan siang 2 jenderal itu.

"Saya pikir istilah 'jamuan' agak berlebihan, seolah disiapkan khusus acara makan siang bersama. Padahal sebagaimana diceritakan para pihak yang hadir itu cuma hidangan makan siang karena memang sudah jam makan," kata Habiburokhman, kepada wartawan, Senin (19/10/2020).

"Di semua institusi sama, di Kepolisian dan KPK kalau masuk jam makan juga disediakan kok makan siang," imbuhnya.

Habiburokhman lantas meminta persoalan makan siang ini tidak dibesar-besarkan. Dia meminta seluruh pihak fokus untuk mengusut kasus kasus terkait red notice Djoko Tjandra ini.

"Kita jangan ribut soal gimmick-gimmick remeh temeh, fokus saja bagaimana kasus ini bisa terungkap. Semua pihak-pihak yang terlibat harus diusut dan dimintai pertanggungjawaban hukum," ucapnya.

Untuk diketahui, tersangka kasus Djoko Tjandra yang 'dijamu' makan siang tersebut, yakni Irjen Napoleon Bonaparte, Brigjen Prasetijo Utomo dan pengusaha Tommy Sumardi. 'Jamuan' itu diberikan saat proses pelimpahan berkas dan tersangka pada Jumat (16/10).

Para tersangka dijamu makan siang berupa soto ayam. Tak hanya untuk para tersangka, 'jamuan' makan siang itu diklaim juga untuk jaksa dan kuasa hukum para tersangka. Faktor keamanan dijadikan alasan pemberian makan siang itu.

Kepala Kejari (Kajari) Jaksel Anang Supriatna tidak membantah jamuan itu. Anang menyebut pemberian makan siang kepada para tersangka adalah hal wajar.

"Jadi begini, itu kan para terdakwa semua, baik JPU dari pukul 09.00 WIB pagi sampai 14.00 WIB siang kan. Kami selaku tuan rumah itu biasa, standar, menyiapkan makan siang," kata Anang saat dimintai konfirmasi, Minggu (18/10).

Anang menegaskan tidak ada hal istimewa yang diberikan kepada para tersangka itu. Lagi pula, menurutnya, harga soto ayam lebih murah jika dibandingkan nasi kotak. Terkait jamuan makan siang sampai ke telinga Komjak. Komjak berencana akan memanggil pihak terkait.

(zap/eva)