Nasdem soal Jamuan Makan 2 Jenderal: Ada Etika-Keadilan yang Terganggu

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 11:11 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni diperiksa penyidik KPK selama dua jam. Crazy Rich Tanjung Priok itu tersenyum saat meninggalkan gedung KPK.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Jamuan makan siang dari Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kajari Jaksel) Anang Supriatna kepada Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo menjadi sorotan. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni menilai tidak ada aturan yang mengatur soal pemberian makanan kepada tersangka.

"Setau saya nggak ada aturannya kalau tersangka nggak boleh disajikan makanan tertentu atau Kajari tidak boleh menyajikan makan ke tersangka," kata Sahroni kepada wartawan pada Senin (19/10/2020).

Namun, Sahroni menegaskan bahwa semua tersangka harus mendapat perlakukan yang sama saat menjalankan proses hukum. Menurutnya, di luar aturan yang berlaku, tetap ada etika yang terganggu di masyarakat akibat kejadian itu.

"Namun di luar aturan, ada etika dan keadilan yang terganggu. Seharusnya semua tersangka mendapat perlakukan yang sama saat menjalankan proses," ujarnya.

Politikus Partai NasDem ini menilai para tersangka dapat menunggu di ruangan dan makan bersama para tersangka kasus lain. Ia mengimbau Kajari Jaksel dapat lebih sensitif.

"Menunggu di ruangan dan makan makanan yang sama dengan tersangka kasus lain. Harusnya Kajari lebih sensitif terhadap hal seperti ini," ucap Sahroni.

Lebih lanjut, Sahroni meminta semua pihak dapat mengawasi proses hukum yang berlangsung ke depannya. Ia pun mendorong agar Jaksa Agung ST Burhanuddin memberikan yang terbaik bagi Korps Adhyaksa.

"Namun apakah perlakuan ini akan mempengaruhi ke tuntutan dan proses hukum selanjutnya? Nah itu yang harus kita awasi bersama sama," kata Sahroni.

"Saya mendorong Jaksa Agung untuk lakukan yang terbaik buat Korps Adhyaksa-nya," imbuhnya

Selanjutnya
Halaman
1 2