HRS Bakal Pimpin Revolusi Akhlak, Golkar: Mulai dari Diri Sendiri

Ibnu Hariyanto - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 06:46 WIB
Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily
Foto: Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta -

Sekretaris Umum FPI, Munarman, menyebut Habib Rizieq Syihab bakal memimpin revolusi akhlak jika tiba di Indonesia. Golkar menilai revolusi akhlak harus dimulai dari diri sendiri.

"Revolusi akhlak itu harus dimulai dari kita sendiri dan lingkungan kita. Merubah diri kita untuk berperilaku dan berakhlak yang baik (akhlakul karimah) sudah menjadi kewajiban umat Islam," kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily, saat dihubungi, Minggu (18/10/2020).

Terlebih lagi, menurutnya, Habib Rizieq merupakan tokoh agama. Karena itu, ia mengatakan sebagai tokoh agama harus bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

"Soal revolusi akhlak ini tentu harus dimulai dari diri sendiri. Sabda Nabi Muhammad SAW, ibda bin nafsik Salah satunya contohnya adalah jangan selalu mengklaim bahwa dirinya selalu paling benar, menghargai orang lain, bertutur kata yang santun, menjauhi sikap kekerasan dan menjauhi sikap intoleran," ujarnya.

Ia mengatakan salah satu sikap yang bisa mencerminkan akhlakul karimah atau akhlak yang terpuji dalam kehidupan bernegara adalah menghormati pemerintahan yang sah. Sebab, pemerintahan saat ini merupakan hasil pilihan rakyat yang sah secara konstitusi.

"Dalam kehidupan bernegara, salah satu sikap berakhlakul karimah itu, kita harus mentaati hukum dengan mengikuti proses hukum di negara kita, mentaati pemerintahan yang sah karena pemerintahan ini merupakan hasil pilihan rakyat, dan mengakui kekalahan dan memiliki sikap yang sportif," ucap Ace.

"Kita benahi lingkungan kita. Kita tinggalkan cara-cara kekerasan dalam melakukan amar ma'ruf nahyi mungkar. Semua proses berbangsa dan bernegara telah diatur dalam konstitusi kita," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Munarman mengungkapkan makna revolusi yang akan dipimpin Habib Rizieq Syihab jika tiba di Indonesia. Munarman menyebut revolusi itu adalah revolusi akhlak.

"Soal pernyataan bahwa Habib Rizieq akan pimpin revolusi, saya juga mau katakan sekarang ini Pak Jokowi mengatakan revolusinya adalah revolusi mental, kenapa ketika Habib Rizieq mengeluarkan kata revolusi, memimpin revolusi itu dipersoalkan? Jadi secara per definisi, revolusi itu adalah perubahan yang cepat itu yang dimaksud, perubahan cepat dalam soal apa? Kalau rezim Pak Jokowi dengan pimpinan Pak jokowi membuat slogan revolusi mental, maka Habib Rizieq menyuarakan, dan membawa, serta akan memimpin revolusi akhlak," kata Munarman, seperti dilihat di YouTube Front TV, Minggu (18/10).

Munarman menjelaskan, revolusi akhlak itu mengubah perilaku agar meneladani sikap Nabi Muhammad SAW. Dia mencontohkan revolusi akhlak seperti mengubah perilaku orang yang tadinya sering berbohong menjadi tidak berbohong dan yang tadinya sering meninggalkan salat jadi sering salat.

"Akhlak seperti apa? Menjadi akhlak kepada Rasulullah, akhlak yang berdasarkan Al-quran dan Assunnah, akhlak yang dari orang suka bohong direvolusi jadi tidak bohong, orang yang tidak suka salat menjadi orang yang suka salat, orang yang suka khianat jadi tidak khianat, itu yang mau diajak oleh Habib Rizieq, revolusi orang yang terjajah menjadi tidak tertindas, orang yang dizalimi jadi orang yang bebas dari penzaliman," jelasnya.

Pernyataan soal Habib Rizieq akan memimpin revolusi pertama kali diucap oleh Ketua Umum FPI Ahmad Shabri Lubis. Sahbri menyebut Habib Rizieq akan segera pulang ke Indonesia dan memimpin revolusi.

(ibh/rfs)