Polisi di Pontianak Panjat 2 Lantai Evakuasi Kakek Terkunci di Rumah

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 18 Okt 2020 16:55 WIB
Evakuasi korban bencana. rengga sancaya/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi bantu evakuasi (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Dalam menjalankan tugasnya, polisi tidak hanya menangkap penjahat dan mengatur lalu lintas. Saat bertugas, polisi pun mengevakuasi seorang kakek-kakek yang terjebak di dalam rumah di Pontianak.

Panit Laka Lantas Polresta Pontianak, Ipda Pujianto menceritakan dirinya dengan sejumlah anggota polisi lain mengevakuasi Suhartono (76), yang terjebak di rumahnya di Jalan Asahan, Darat Sekip, Kota Pontianak, Rabu (14/10) kemarin. Kakek Suhartono sudah terkunci di rumahnya itu selama 2 hari.

"Itu keponakannya (Suhartono) kebetulan datang ke pos, terus buat laporan. Terus ponakannya (sebelumnya) mau minta bantuan ketua RT. (Tapi karena) suasananya kan lagi COVID-COVID kayak gini kan, jadi itu banyak yang agak enggan lah. Ketua RT waktu itu malah dibilangnya 'Pak, kalau bisa besok aja', kata ketua RT. Akhirnya anaknya itu terus buntu, minta bantuan kami lah," ungkap Pujianto, saat dihubungi, Minggu (18/10/2020).

Kakek Suhartono itu terjebak di lantai 2 rumahnya. Pujianto dan rekan polisi yang lain langsung memanjat ke lantai atas untuk melakukan evakuasi.

"Kalau kenapa memanjat? Karena pintu bawah itu, sudah digembok, sudah gitu diganjel palang pakai kayu durian, besar. Jadi posisinya kalau kita dobrak (pintu) dari luar, itu sangat sulit, gitu. Sudah gitu kan orang itu kan di lantai 2, yang kita datangi, sangat sulit," lanjutnya.

Usai memanjat, pintu di lantai 2 rumah Suhartono didobrak. Suhartono ditemukan dalam keadaan lemas dan tak bergerak.

Pujianto bahkan mengira jika kakek Suhartono sudah meninggal dunia. Sebab, kakek itu diketahui terjebak di rumah tanpa makan selama 2 hari.

"Iya, dalam pikiran kami sih orang tua itu sih sudah berangkat lah (meninggal dunia). Tapi Tuhan punya kuasa lain. (Kakek Suhartono saat dievakuasi) nggak bisa bergerak tuh, sudah lemas. Iya (tidak makan dan minum karena) terkunci di kamar," imbuhnya.

Tak butuh waktu lama, Pudjianto dan anggota polisi yang lain berhasil menyelamatkan kakek Suhartono. Proses evakuasi kakes Suhartono hanya berlangsung 30 menit.

Pujianto menceritakan Suhartono ternyata tinggal sendirian di rumahnya itu. Ia hanya dirawat oleh keponakannya. Keduanya hanya berkomunikasi melalui handphone.

"Kuncinya itu bukan hilang, jadi kuncinya itu ada. Jadi bapak ini kan sebenarnya kan tadinya mungkin sehat, sudah begitu dia itu, dia ngomong sama kita sih, kan keluar ke kamar mandi, dia bawa hp (handphone). Biasanya kan ada ponakannya juga monitor pakai hp tuh, begitu dia masuk (rumah) itu, dia kelupaan hp itu di luar. Dia (kakek) masuk (rumah), ya kan, dia masuk (terus) pintunya rusak katanya, ke kunci dari luar," ungkap Ipda Pujianto.

"Jadi ponakannya telpon-telpon lewat hp (kakek) itu, nggak ada yang angkat, gitu lho. Sudah sampai berapa hari itu," terang dia.

Saat itu, kakek Suhartono tetap tinggal di rumahnya itu. Namun, Pujianto berpesan kepada keponakannya lebih memerhatikan kakeknya.

"Iya tetap di rumah. Tapi saya pesankan ke ponakannya harus sering-sering dicek, jangan sampai seperti kemarin, harus diperhatikan (kakek Suhartono)," tandas Ipda Pujianto.

Tonton juga 'Petugas Evakuasi Pendaki Meninggal Dunia di Gunung Bawakaraeng':

[Gambas:Video 20detik]

(ibh/gbr)