Kata Kajari Jaksel soal Jamuan untuk Irjen Napoleon-Brigjen Prasetijo

Wilda Nufus - detikNews
Minggu, 18 Okt 2020 14:45 WIB
Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Anang Supriatna
Foto: Kepala Kejari Jaksel Anang Supriatna (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)

Dalam cuitaannya, Petrus mengaku belum pernah menerima jamuan makan siang sejak dia menjadi pengacara. Apalagi, jamuan makan siang itu diberikan oleh kepala kejaksaan.

"Sejak saya menjadi pengacara tahun 1987, baru sekali ini di penyerahan berkas perkara tahap 2 istilahnya P-21, yaitu penyerahan berkas perkara berikut barang bukti dan tersangkanya dijamu makan siang oleh Kepala Kejaksaan," kata Petrus. Dia telah mengizinkan unggahan di akun Facebook-nya .

Saat proses administrasi, sebut Petrus, jaksa peneliti yang menanyakan beberapa pertanyaan kepada para tersangka. Pertanyaan itu antara lain memastikan tersangka dalam keadaan sehat.

Setelah proses itu, Menurut Petrus, pihak Kejari Jaksel langsung menyiapkan sajian berupa kue jajanan pasar, kopi dan teh. Saat jam makan siang tiba, dilanjutkan dengan jamuan soto.

"Dan selanjutnya disiapkan kue-kue jajanan pasar, kopi pahit, teh hangat dan tiba jam makan disiapkan makan siang, nasi putih pulen hangat dan soto Betawi bening pakai santan panas. Baru kali ini di tahap P-21 saya sebagai pengacara tersangka dijamu makan siang," ungkap Petrus.

Usai makan siang, Petrus menyebut Kajari Jakarta Selatan kemudian menghampiri para tersangka untuk menyerahkan baju tahanan Kejaksaan. Selain terkait aturan, Kajari Jaksel juga mengatakan hal ini dilakukan karena banyak wartawan yang meliput di lobby.

Seperti diketahui, pada Jumat (16/10) pukul 10.00 WIB ketika tiga tersangka kasus red notice Djoko Tjandra, yaitu Irjen Napoleon Bonaparte, Brigjen Prasetijo Utomo dan pengusaha Tommy Sumardi diserahkan ke Kejari Jakarta Selatan.

Halaman

(zak/gbr)