TGPF Intan Jaya Selesai Bekerja, Sampaikan Temuan Penting ke Mahfud Md Senin

Kadek Melda L - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 14:07 WIB
Benny Mamoto pria kelahiran Manado Sulawesi Utara yang sejak tahun 2009 menjabat sebagai direktur Badan Narkotika Nasional (BNN).
Ketua Tim TGPF Benny Mamoto (Foto: Hasan Alhabshy)
Jakarta -

Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk Menko Polhukam Mahfud Md akhirnya menyelesaikan tugas untuk menginvestigasi penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Papua. Hasil investigasi TGPF akan disampaikan ke Menko Polhukam Mahfud Md pada Senin nanti.

"Tim TGPF ini selesai tepat pada waktunya, yang semula dalam 14 hari, kemudian diperpanjang 3 hari, dan pada tanggal 17 Oktober ini sesuai tenggang waktu yang sudah selesai. Adapun hasilnya ini nanti kami akan menyerahkan kepada Bapak Menko, dan Bapak Menko sendiri pada hari Senin, yaitu hari kerja, akan disampaikan. Untuk waktunya akan diinformasikan lebih lanjut," kata Sesmenko Polhukam Letjen TNI Tri Soewandono dalam konferensi pers virtual, Sabtu (17/10/2020).

Sementara itu, Ketua TGPF Intan Jaya Benny Mamoto menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada timnya. Benny mengatakan TGPF telah dibentuk dengan representasi dari akademisi, TNI-Polri, hingga tokoh agama dan masyarakat.

"Kita semua tahu situasi medan di Papua, kita semua tahu tentang situasi di Papua. Tapi ternyata Bapak Menko telah menyusun tim dari representasi akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepolisian, TNI, kejaksaan, kemudian dari Polhukam sendiri. Ternyata komitmen yang tergabung dalam tim ini yang begitu tinggi solid dan penuh semangat itulah yang membuat 14 hari bisa dengan padat," katanya.

"Kita lakukan berbagai kegiatan dalam rangka mencapai target bagaimana mengumpulkan informasi lapangan, bagaimana cross-check informasi, bagaimana kita beraudiensi dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membuat terang peristiwa ini," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Intan Jaya, Papua, kembali berulah. Kali ini rombongan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya yang dipimpin Ketua Harian Kompolnas Irjen (Purn) Benny Mamoto yang jadi korbannya.

Korban penembakan pertama adalah Satgas Apter Hitadipa, Sertu Faisal Akbar, yang mengalami luka tembak di pinggang dan dalam kondisi sadar. Satu korban lain ialah dosen UGM yang masuk ke dalam TGPF, Bambang Purwoko, yang saat ini juga dalam kondisi sadar. Bambang mengalami luka tembak di pergelangan kaki kiri dan pergelangan tangan kiri.

Penembakan terjadi di daerah Kampung Mamba Bawah, Distrik Hitadipa, Intan Jaya, pukul 15.30 WIT. Saat itu TGPF sedang kembali dari Distrik Hitadipa menuju Sugapa.

"Kami penegak hukum, bukan kami yang melakukan pendekatan. Kami akan kejar terus pelakunya," ujar Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw di Timika, Papua, Sabtu (10/10).

Inilah Temuan TGPF dalam Kasus Pembunuhan Pendeta di Intan Jaya:

[Gambas:Video 20detik]



(fas/hri)